BANYUWANGI, RADAR-X.net – Suasana meriah menyelimuti saat pawai budaya yang melibatkan peserta dari berbagai desa se-Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, digelar dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat, Minggu (30/8/2026).
Pawai budaya tersebut mengambil titik awal di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Sejak kegiatan dimulai, ribuan warga tampak memadati sepanjang jalur yang dilalui peserta. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk menyaksikan beragam penampilan budaya yang disuguhkan dalam pawai tersebut.
Beragam busana tradisional, kesenian, tarian, hingga atraksi budaya ditampilkan oleh para peserta. Kreativitas masing-masing rombongan menjadikan pawai semakin semarak sekaligus menghadirkan gambaran kekayaan budaya Indonesia dari berbagai daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat di sepanjang jalan. Penonton berdiri berjajar menikmati setiap penampilan peserta yang melintas. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera maupun telepon seluler.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian. Sejumlah pedagang dan pelaku UMKM tampak berjejer di sepanjang jalur pawai, menjajakan berbagai produk makanan, minuman, serta hasil usaha masyarakat.
Kehadiran UMKM turut menambah semarak kegiatan. Ribuan warga yang memadati lokasi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.
Dalam pelaksanaannya, panitia penyelenggara bersama jajaran Forkopimcam, TNI dan Polri turut bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Pengaturan lalu lintas dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran TNI dan Polri yang telah memberikan pengamanan selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam mengatur arus lalu lintas serta menjaga keamanan masyarakat hingga pawai berakhir.
Menariknya, pawai budaya kali ini menjadi gambaran nyata keberagaman Indonesia. Berbagai budaya, suku, adat istiadat dan kesenian yang ditampilkan seolah membawa pesan dari Sabang sampai Merauke, bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika begitu terasa dalam kegiatan tersebut. Meski tampil dengan latar budaya yang berbeda, seluruh peserta tetap berada dalam satu semangat, yakni menjaga persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pawai budaya Kecamatan Genteng diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Masyarakat dan panitia berharap pelaksanaan pawai budaya pada tahun mendatang dapat dikemas lebih meriah, lebih besar, serta melibatkan semakin banyak unsur masyarakat.
“Semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih baik dan semakin meriah. Besar harapan kami seluruh lapisan masyarakat terus menjaga budaya dan adat istiadat yang kita junjung tinggi. Berbeda budaya, tetapi tetap satu Indonesia,” ungkap salah satu pihak penyelenggara.
(Eko)














