NasionalOrganisasi

Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI, Hashim Tekankan Pentingnya Pers Lawan Hoaks

×

Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI, Hashim Tekankan Pentingnya Pers Lawan Hoaks

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RADAR-X.net – Peran pers sangat penting saat ini. Berita-berita yang disajikan harus didasarkan fakta. Itu karena, pers juga memiliki identitas jelas dan kode etik. Ini semua untuk memerangi berita hoaks yang banyak beredar media sosial (medsos).

Demikian seperti dikatakan Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) dalam sambutannya di acara Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan dan Dialog Nasional di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (27/8/26).

Untuk diketahui, Setiap pengurus pokja news room provinsi terdiri enam sampai 10 orang. Dan nantinya pokja provinsi ini nanti diharapkan bisa melantik pengurus kabupaten dan kota di wilayah provinsi masing-masing.

“Jadi peran pers sangat penting saat ini, Ini semua untuk memerangi berita-berita hoaks yang banyak beredar medsos,” tegas Hasim

Lebih lanjut menurutnya, saat ini gen Z sangat menyukai berita-berita di media sosial (medsos) dibanding media arus utama. “Anda tahu sendiri tidak ada aturan orang menyampaikan di medsos. Medsos tidak membutuhkan identias lengkap penyampainya. Entah ini kelemahan Undang-Undang kita. Ini yang menjadikan orang-orang bebas bermedsos. Tapi terkait kekurangan ini saya sudah bertemu dengan pihak Komdigi,” ujarnya.

“Sejak dulu dan sampai saat ini, media memiliki kode etik yang mendekati kebenatan. Jadi pers yang baik harus menampilkan berita berita yang benar.. Karena, pers memiliki identitas jelas berbeda dengan medos,” jelasnya.

Seperti contoh, ada mahasiswa dari Pati ke Jakarta berapa jumlahnya, apa benar mereka naik 1.200 bus. Ini pers harus cek dan ricek. “Karena pers memiliki kode etik. Kita tahu anak muda kita memang suka medsos. Target medsos itu kan reach berapa like yang didapat dan tidak mempedulikan etika dan perilaku,” ulasnya.

Hasim baru tahu kalau tiktok memberikan hadiah bagi orang yang hadir di demo yang melakukan live. “Hadiah itu dari sponsor. Sponsor juga tidak jelas identitasnya. Ini berbahaya,” katanya.

Hasim mengatakan Formas biasa melakukan kritik kepada pemerintah karena kedudukanya juga sebagai penasehat presiden. ‘’Saya katakan bila pemerintah ada kekurangan yang saya kritik kurang bila bagus ya saya bilang bagus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus dirinya sudah mengenal Hasim sejak 2009 tapi urusan Kadin. Kehadiran Hasim di SMSI hanya pertemanan sejak lama Menurutnya juga, pers pilar ke -4 demokrasi. Firdaus meminta pemerintah untuk sedikit memberikan perhatian pada pers. Di antaranya ada tempat atau gedung para konstituen dewan pers dan server yang saat ini sangat terbatas. Dia juga mengatakan acara pengukuhan bertepatan pada 27 Agustus di tengah berita demo.

“Buktinya Jakarta aman saja dan kita harus perangi berita hoaks,” jelasnya.

Dalam dialog nasional, hadir dua pembicara, Prof. Ahmad Riyad, PhD, akademisi dan pakar hukum, Yosep Kardinal, pakar pembiayaan bank dengan moderator Prof Dr. Taufikur Rohmad.

Tema dialog Katalisasi Ekonomi Desa: Integrasi Inisiatif Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan Ekosistem Start-Up Media. Acara berlangsung menarik dan secara keseluruhan acara berakhir pukul 13.00.

(Mfh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page