Aceh Tenggara, Radar-x.net – Sebanyak 345 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Kabupaten Aceh Tenggara diusulkan untuk mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Para penerima manfaat ini merupakan warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana banjir yang tersebar di sepuluh kecamatan.
Hingga saat ini, data dari 255 KK telah berhasil dikirim ke pusat. Sementara itu, 90 KK sisanya masih tertahan karena adanya kendala administrasi.
”Untuk 90 KK lagi ada kesalahan NIK, KK dan nama tidak sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akan dilakukan verifikasi kembali untuk dikirim kembali,” ujar Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dodi Sukmariga Tajmal, Sabtu (24/1/2026).
Dodi merincikan bahwa 255 KK yang datanya sudah terkirim tersebar di sepuluh kecamatan. Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Ketambe dengan 204 rumah rusak berat, disusul Darul Hasanah sebanyak 32 rumah.
Kecamatan lainnya meliputi Lawe Alas (8 rumah), Tanoh Alas (3 rumah), Babussalam (3 rumah), serta Lawe Bulan, Bukit Tusam, Deleng Pokhisen, Bambel, dan Badar yang masing-masing mencatat satu unit rumah rusak berat.Setiap KK penerima manfaat akan mendapatkan bantuan DTH sebesar Rp 600 ribu per bulan.
Pada tahap pertama, bantuan akan disalurkan sekaligus untuk tiga bulan dengan total Rp 1,8 juta per KK.Dari total data yang dikirim, sebanyak 189 KK telah menerima bantuan DTH ini secara simbolis.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, Wakil Bupati, dan Kapolda Aceh saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau lokasi banjir serta menemui para pengungsi di Desa Ketambe.(JUN)














