BANGKALAN, RADAR-X.net — Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura sukses melaksanakan kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK). Rabu (29/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 43 mahasiswa angkatan 2025 kelas A dan B, serta didampingi oleh 7 dosen Tadris IPS.
PLK tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam yang diampu oleh Dosen Pengampu, Deddy Wahyudi, M.Pd. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Cholil dan berlangsung di aula utama pesantren.
Kedatangan rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KH. Abdullah Zubair Muntashor.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa dan menyebut kehadiran mereka sebagai momen istimewa bagi keluarga besar pesantren.
“Ini menjadi hari yang membahagiakan bagi kami. Kehadiran mahasiswa Tadris IPS membawa semangat baru dan menjadi bagian dari silaturahmi keilmuan yang sangat kami hargai,” ungkap KH. Abdullah Zubair Muntashor.
Suasana penyambutan berlangsung khidmat dan meriah dengan lantunan sholawat yang menggema di aula, menciptakan nuansa religius yang mendalam. Dalam kesempatan tersebut, pengasuh pesantren juga membagikan wawasan mengenai kunci keberhasilan para tokoh nasional, dengan menekankan pentingnya istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai religius sebagai fondasi kehidupan.
Selain mendapatkan materi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman spiritual yang berkesan. Seluruh peserta mendapatkan ijazah amalan sholawat ilmi sebagai bekal sebelum memulai proses belajar.
Dosen pengampu mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam, Deddy Wahyudi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PLK ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami praktik pendidikan Islam di pesantren.
“Melalui PLK ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kelas, tetapi juga terjun langsung mengamati bagaimana sistem pendidikan pesantren berjalan. Ini penting agar mereka mampu mengintegrasikan nilai intelektual, spiritual, dan sosial dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi terhadap berbagai aspek kehidupan pesantren, mulai dari interaksi antara santri, ustaz, hingga masyarakat sekitar. Fokus observasi diarahkan pada metode pendidikan Islam, pola pembelajaran, serta sumber keilmuan yang digunakan dalam sistem pendidikan pesantren.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif bagi mahasiswa terkait praktik pendidikan Islam berbasis pesantren. Selain itu, PLK juga menjadi sarana refleksi dalam membentuk karakter calon pendidik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.
Melalui kegiatan ini, Tadris IPS FTIK UIN Madura menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, transformatif, serta berakar pada nilai-nilai keislaman yang autentik.
(Reza Malik)














