Politik

Golkar Bondowoso Tuntaskan Muscam 23 Kecamatan, Siapkan Strategi Besar Menuju 2029

×

Golkar Bondowoso Tuntaskan Muscam 23 Kecamatan, Siapkan Strategi Besar Menuju 2029

Sebarkan artikel ini
Golkar Bondowoso Tuntaskan Muscam 23 Kecamatan, Siapkan Strategi Besar Menuju 2029
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Krisna, menyebut capaian ini sebagai fondasi kuat untuk menjalankan program strategis partai.

Bondowoso, Radar-X.net – DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menegaskan kesiapan menghadapi agenda politik ke depan dengan merampungkan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di seluruh wilayah.

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Krisna, menyebut capaian ini sebagai fondasi kuat untuk menjalankan program strategis partai.

“Alhamdulillah, sejak akhir 2025 hingga April 2026, Muscam telah tuntas di 23 kecamatan. Ini berkat arahan DPD Golkar Jawa Timur dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Golkar Bondowoso langsung tancap gas dengan menggelar pra-raker yang disebut sebagai yang pertama di tingkat DPD kabupaten se-Jawa Timur. Forum ini akan merumuskan sejumlah strategi besar melalui sidang pleno.

Salah satu fokus utama adalah mendorong full support program dari pemerintah pusat dan provinsi untuk membantu daerah yang dinilai masih terbatas secara anggaran. Dalam konteks ini, peran Ali Mukti disebut telah nyata.

“Sudah ada kontribusi konkret, seperti pembangunan jembatan gantung senilai Rp5–10 miliar yang menghubungkan Kecamatan Tapen dan Taman Krocok.

Selain itu, ada program penanggulangan bencana sekitar Rp7,5 miliar, serta usulan pembangunan infrastruktur jalan hingga Rp700 miliar,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Golkar juga mengawal program beasiswa bagi 1.200 pelajar SD hingga SMA pada 2025, yang akan kembali diperjuangkan tahun ini.

Mengusung tema “Golkar Bondowoso Biar Karya Yang Bicara”, partai berlambang beringin ini ingin memastikan kadernya hadir sebagai pemecah masalah, bukan sebaliknya.

Menariknya, hampir seluruh pengurus kecamatan yang baru dilantik didominasi generasi muda.

“Sebanyak 99 persen adalah anak muda. Kami juga dorong minimal 30 persen keterwakilan perempuan,” tegas Ady.

Isu strategis lain yang mencuat adalah wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Bondowoso.

Saat ini, dapil masih berjumlah lima sejak Pemilu 1999. Golkar mendorong penambahan dapil agar representasi masyarakat di DPRD semakin maksimal.

Selain itu, Golkar juga mulai menyiapkan calon pemimpin muda untuk 2029, baik di level legislatif maupun eksekutif.

Bahkan, partai ini membuka opsi menggelar konvensi calon bupati/wakil bupati guna menjaring aspirasi publik secara terbuka.

Tak hanya itu, nama Ali Mukti juga diusulkan untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur 2029, baik sebagai gubernur maupun wakil gubernur.

Meski begitu, Golkar Bondowoso menegaskan tidak memasang target kemenangan secara eksplisit. Bagi mereka, kemenangan akan datang dengan sendirinya jika kerja nyata dirasakan masyarakat.

“Kami tidak ingin memaksa rakyat. Biarkan dukungan itu mengalir secara alami. Yang terpenting, kami terus berbuat terbaik untuk masyarakat,” pungkas Ady.

Dengan strategi matang dan pendekatan berbasis pengabdian, Golkar Bondowoso optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai partai yang benar-benar hadir untuk rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page