Berita

Peran Mahasiswa Dorong Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Revolusi Ekonomi Hijau

×

Peran Mahasiswa Dorong Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Revolusi Ekonomi Hijau

Sebarkan artikel ini

Jember – Peran mahasiswa sebagai Agent Of Change (Agen Perubahan) kembali ditegaskan dalam kegiatan Seminar Pergerakan yang diadakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat ITS Mandala yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Revolusi Ekonomi Hijau”. Kegiatan ini menjadi ruang dialektika strategis antara Mahasiswa, Legislatif dan Pihak Bank Indonesia dalam merespons tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Narasumber pertama, Bapak Candra Ary Fianto, selaku Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, memaparkan urgensi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sebagai fondasi utama revolusi ekonomi hijau. Ia menjelaskan bahwa ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial dan kelestarian lingkungan, sebagaimana mandat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yakni kekayaan alam dikelola
untuk kemakmuran rakyat tanpa merusak lingkungan.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Jember menghadapi tantangan yang sangat serius berupa krisis iklim, alih fungsi lahan pertanian, serta rendahnya nilai tambah produk lokal. Kondisi tersebut menuntut perubahan paradigma pembangunan dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan. “Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Dalam paparannya, Candra juga menekankan peran strategis DPRD melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Salah satunya dengan mendorong percepatan inisiasi Peraturan Daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai instrumen perlindungan ruang agraria dan kedaulatan pangan di Jember . Ia mengajak mahasiswa PMII untuk berperan sebagai intelektual organik yang mendampingi masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu saja dalam Agenda ini turut mengundang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, sebagai upaya memberikan pemahaman terkait layanan keuangan di era disrupsi.

Sementara itu, Narasumber kedua dari Bank Indonesia menyampaikan materi terkait sistem pembayaran digital sebagai bagian dari ekosistem ekonomi hijau dan inklusif. Dalam paparannya, perwakilan BI menjelaskan pemanfaatan QRIS, BI-FAST, serta pentingnya pelindungan konsumen dalam transaksi keuangan digital .

QRIS dinilai mampu mendorong efisiensi transaksi, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendukung UMKM lokal melalui sistem pembayaran nirsentuh, cepat dan aman. Selain itu, layanan BI-FAST memberikan kemudahan transfer dana secara real time dengan biaya yang lebih efisien, sehingga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Bank Indonesia juga menekankan bahwa biaya Merchant Discount Rate (MDR) QRIS ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen, sebagai bentuk perlindungan hak pengguna jasa sistem pembayaran .

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebijakan, teknologi dan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, legislatif dan otoritas moneter diyakini dapat mendorong transformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri, adil dan ramah lingkungan.

Kegiatan Seminar Pergerakan PMII Komisariat ITS Mandala ini menegaskan bahwa revolusi ekonomi hijau bukan sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan peran aktif mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan sosial menuju pembangunan yang berkelanjutan. – RCX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page