Bondowoso, Radar-X.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Ishlah Gurujugan untuk halal bihalal sekaligus sowan kepada para kiai dan pengasuh.
Kedatangan beliau menjadi momen berharga untuk mempererat sinergi antara Pemprov Jatim dan lembaga pendidikan Islam terkemuka di Bondowoso, (6/25).
Pondasi Akademik & Karakter
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan, “Pondok pesantren bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga benteng pembentukan akhlak mulia.”jelasnya.
Ia berharap kurikulum Al-Ishlah yang menggabungkan sistem modern ala Gontor dan tradisional salaf terus menghasilkan generasi cerdas sekaligus berintegritas tinggi.
Jejak Panjang Menuju Keunggulan
Didirikan pada 1970 oleh KH. Muhammad Ma’shum, Al-Ishlah kini mengelola jenjang TKIT hingga STIT di lahan seluas 13 hektar.
Ribuan alumninya tersebar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dari UI hingga Al-Azhar Kairo, membuktikan kualitas akademik yang selaras dengan nilai keislaman.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Menutup kunjungan, Khofifah berkomitmen mendukung infrastruktur dan beasiswa untuk santri berprestasi.
“Kita butuh generasi yang pintar dan berintegritas, bukan hanya pintar saja,” ujarnya.
Pimpinan pesantren, K.H. Thoha Yusuf Zakariya Ma’shum, menyampaikan terima kasih dan harapan agar Bondowoso makin sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur.














