SAMPANG, RADAR-X.Net – Aksi demo menuntut pergantian Pj Kades yang tidak sesuai prosedur dan juga Pilkades tahun 2025 haru dilaksanakan sempat ricuh dan terjadi aksi saling pukul antara Polisi dan masyarakat.
Massa aksi sempat bersitegang dan dipukul mundur oleh Polisi, sehingga suasana menjadi panas. Lempar-lempar botol pun semakin menjadi-jadi. Namun, akhirnya bisa diredam.
Kejadian itu dikarenakan massa aksi kecewa dengan jawaban Sudarmanta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Sudarmanta mengatakan bahwa Pilkades akan digelar secara serentak tahun 2027, pemerintah tidak mau menggelar Pilkades eceran.
“Pemerintah daerah akan menggelar Pilkades seluruhnya tidak ada Pilkades eceran. Kami sudah konsultasi dengan Kemendagri bahwa Pilkades akan digelar seluruhnya secara serentak 180 desa bukan eceran,” kata Sudarmanta saat menemui aksi massa.
Perkataan Sudarmanta memancing emosi masyarakat. Sehingga Sudarmanta dibawa lari ke dalam Kantor Kecamatan Banyuates oleh AKBP Hartono, Kapolres Sampang.
Sementara itu Hanafi mengutarakan bahwa Sudarmanta perkataannya tidak berdasar.
“Jawaban Sudarmanta itu tidak berdasar, Pilkades di Sampang ini ditunda sejak tahun 2021 oleh Bupati Sampang, H Slamet Junaidi dan akan digelar tahun 2025 secara serentak di 180 desa. Namun, ada sekitar 37 desa diperpanjang secara otomatis berdasarkan UU desa. Nah ini kan lebih banyak yang tidak diperpanjang ada sekitar 143 desa,” ungkap Hanafi.
Hanafi menyerukan bahwa di 143 desa di Sampang harus dilaksanakan Pilkades. Dia juga menyinggung bahwa 143 desa itu bukan eceran.
“143 desa ini harus dilaksanakan Pilkades, ini bukan eceran. Dananya sudah ada, tinggal menunggu kebijakan kepala daerah. Ayo jangan rampas dan berangus hak demokrasi masyarakat ini, dan segera terbitkan Surat Keputusan baru bahwa Pilkades akan dilaksanakan tahun 2025 di 143 desa,” terangnya.
Ia juga menegaskan akan segera menyurati Kemendagri perihal Pilkades di 143 desa di Sampang yang saat ini dipimpin oleh Penjabat (Pj Kades).
“Dalam waktu dekat kami akan menyurati Kemendagri perihal Pilkades di 143 desa di Sampang, jangan sampai ditunda lagi. Kalau ditunda lagi Sampang tidak akan kondusif,” tegasnya. (Faris)














