ArtikelBudayaOpiniPenelitian

Sound Horeg yang Penuh Kontroversi di Jawa Timur: Antara Ekspresi Budaya dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

×

Sound Horeg yang Penuh Kontroversi di Jawa Timur: Antara Ekspresi Budaya dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Foto: penulis Artikel ketika mengisi acara musik di salah satu kafe di Jawa Timur 🤭. Dok-Radarx.

Jember, RADAR-X.net – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, sound horeg menjadi sorotan di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur, termasuk Jember. Sound horeg, yang identik dengan dentuman suara keras dan menggelegar, kerap hadir sebagai peserta dalam lomba-lomba karnaval yang diselenggarakan hampir di setiap desa di Jember. Para peserta karnaval, dengan antusiasme tinggi, bahkan rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi menghadirkan sound horeg untuk memeriahkan acara. Namun, di balik gegap gempita ini, muncul kontroversi yang meramaikan perbincangan di kalangan masyarakat dan media sosial.

Kontroversi Larangan Sound Horeg di Karnaval

Belakangan ini, larangan terhadap penggunaan sound horeg dalam acara karnaval menjadi topik hangat. Ribuan peserta parade sound horeg merasa kecewa dengan kebijakan ini, yang diduga dikeluarkan dengan alasan keamanan dan keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan. Larangan ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Sebagian masyarakat merasa bahwa suara keras dari sound horeg mengganggu ketertiban umum, terutama di daerah pemukiman. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kehadiran sound horeg adalah bagian dari ekspresi budaya yang patut dihargai, terlebih dalam peringatan kemerdekaan yang hanya terjadi sekali setahun.

Ekspresi Budaya atau Gangguan?

Sound horeg, dengan dentuman bass dan treble yang memekakkan telinga, memang tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu elemen yang menghidupkan suasana karnaval. Bagi mereka yang antusias, suara bising ini dianggap sebagai bagian dari hiburan yang meriah dan simbol semangat kemerdekaan. Namun, bagi yang tidak menyukai kebisingan, sound horeg menjadi gangguan yang tidak diinginkan.

Di satu sisi, kehadiran sound horeg dalam acara-acara karnaval dianggap sebagai bentuk ekspresi budaya masyarakat yang ingin merayakan kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. Bagi mereka, ini adalah momen untuk bersenang-senang, melepaskan diri dari rutinitas harian, dan merayakan kebersamaan. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa sound horeg justru membawa dampak negatif, terutama jika digunakan tanpa pengawasan dan pengaturan yang ketat.

Dampak Ekonomi: Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Di balik kontroversi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran sound horeg juga memberikan dampak positif, terutama dalam aspek ekonomi. Sound horeg ternyata memberikan kontribusi signifikan terhadap kebangkitan ekonomi kerakyatan, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19 dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ekonomi masyarakat perlahan mulai bangkit kembali, salah satunya berkat acara cek sound dan karnaval yang melibatkan sound horeg.

Bagi pemilik sound system, fenomena ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Sound horeg menjadi tren baru yang diminati banyak pihak, tidak hanya untuk acara hajatan, tetapi juga untuk berbagai gelaran seperti karnaval. Pasar mereka pun semakin luas, memberikan peluang untuk menambah pendapatan. Sementara itu, bagi para penyewa, meski harus mengeluarkan biaya besar, keuntungan yang didapatkan dari biaya parkir dan penjualan tiket penonton seringkali sebanding dengan investasi yang mereka tanamkan.

Tidak hanya pemilik sound dan penyewa, masyarakat setempat juga merasakan dampak ekonomi dari gelaran cek sound ini. UMKM, mulai dari pedagang makanan dan minuman hingga juru parkir (jukir), mendapatkan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung. Bahkan, muncul lapangan pekerjaan baru, terutama di sektor hiburan kreatif, yang turut meramaikan ekonomi lokal.

Simbiosis Mutualisme: Sound Horeg dan Konten Kreator
Fenomena sound horeg juga dimanfaatkan oleh para konten kreator, terutama di platform seperti YouTube. Banyak pemburu konten yang tidak ingin melewatkan momen-momen seru dalam setiap gelaran cek sound. Kehadiran mereka dengan kamera dan peralatan perekam lainnya menjadi pemandangan umum di acara-acara ini. Dengan ribuan subscriber yang mengikuti channel mereka, konten tentang sound horeg mendapatkan banyak penonton, yang tentunya berkontribusi terhadap pendapatan mereka.

Tidak hanya itu, video-video cek sound ini juga menjadi media promosi yang efektif bagi pemilik sound horeg, memperluas jangkauan pasar mereka hingga ke luar daerah. Dengan demikian, tercipta simbiosis mutualisme antara para pemilik sound, penyewa, konten kreator, dan masyarakat sekitar.

Kesimpulan: Menjaga Keseimbangan antara Ekspresi Budaya dan Kepentingan Umum

Kehadiran sound horeg dalam perayaan kemerdekaan di Jember dan daerah lain di Jawa Timur memang memunculkan berbagai dinamika, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Di satu sisi, sound horeg menjadi simbol semangat kemerdekaan dan alat ekspresi budaya yang penting. Namun, di sisi lain, perlu adanya pengaturan dan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum.

Kebijakan pelarangan sound horeg perlu dipertimbangkan secara matang dengan mempertimbangkan semua aspek, termasuk dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Masyarakat yang tidak menyukai sound horeg juga perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan pendapat mereka tanpa mengesampingkan hak mereka yang ingin merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda.

Pada akhirnya, keseimbangan antara ekspresi budaya dan kepentingan umum harus dijaga agar perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan meriah tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Sound horeg, dengan segala kontroversi yang menyertainya, adalah bagian dari dinamika budaya yang perlu dihargai, sekaligus diatur dengan bijak demi terciptanya harmoni sosial yang lebih baik.

(Zen)

 

Artikel ini di tulis oleh Zainul Arifin, salah satu warga Jember yang berprofesi sebagai jurnalis di Media online       Radar-x.net 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page