BeritaPemerintahanSosialTerbaru

Kisah Surdirman Derita Stroke, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah, Akhirnya Dapat Kursi Roda Adaptif

264
×

Kisah Surdirman Derita Stroke, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah, Akhirnya Dapat Kursi Roda Adaptif

Sebarkan artikel ini
Photo, Pj Bupati Aceh Tenggara Syakir menyerahkan kursi roda adaptif kepada Sudirman (64) penderita stroke menahun.

Aceh Tenggara, Radar-x.net – Enam tahun derita kelumpuhan (stroke) Sudirman (64) warga Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara, akhirnya mendapatkan bantuan berupa kursi roda adaptif beserta sembako dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Bantuan sosial langsung diserahkan oleh Pj Bupati Aceh Tenggara, Syakir didampingi pihak Dinas Sosial serta Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat. Adapun bantuan sembako yang diterima berupa beras, roti, telur dan pempers ukuran dewasa.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan dari Kemensos RI kepada warga kita yang sakit dan juga kondisi keuangan kurang mampu, yang tidak mempunyai biaya untuk membeli kursi roda adaptif.” kata Syakir, kepada Radar-x.net, Jumat, (20/102023).

Syakir juga menyebutkan, bantuan sosial yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah yang telah kita ajukan sebelumnya, terhadap warga yang kondisi sakit dan kondisi ekonominya kekurangan.

Photo, Sudirman (64) Warga Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Menerima Bantuan Dari Kemensos RI.

Diberitakan sebelumnya, Kisah pilu Sudirman (64) seorang warga Aceh Tenggara (Agara) Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen terkulai lemas tak berdaya karena sakit yang ia derita.

Kelumpuhan (stroke) yang ia derita sudah hampir memasuki tujuh tahun. “Saya begini sudah sejak tahun 2017 lalu,” ungkap Sudirman dengan nada lirih masih mampu menahan air mata, mengawali pembicaraan dengan Radar-x.net, Rabu (04/10/2023).

Sudirman bercerita, dirinya tidak bisa lagi beraktivitas, untuk duduk saja tidak sanggup, bila kekamar mandi hanya dibantu istrinya. Ketika istrinya Jumariah berkerja, ia dirawat oleh cucunya, bila ingin kekamar mandi dirinya menggukan alat bantu pampers, karena cucunya tidak sanggup membawanya ke kamar mandi.

Dulu sebelum keadaan seperti ini, saya merupakan perkerja lepas, tulang punggung keluarga, setelah sakit yang ia derita, hanya mengandalkan istrinya Jumariah (60) yang bekerja sebagai buruh pengerajin tikar anyaman yang penghasilan tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ucap Sudirman

Sudirman juga mengatakan, pernah berupaya berobat, namun tidak ada perubahan, dan ketika ingin berobat lagi untuk kesembuhan dirinya urungkan, karena terhambat permasalahan biaya.

Untuk bantuan, kata Sudirman Lansia pasangan Jumariah itu selama ini mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, selain Bantuan Langsung Tunai Tunai (BLT) dari Desa.

“Sudah berapa kali ada yang datang untuk mensurvei, namun tidak pernah atau tidak ada bantuan apapun yang dirinya terima selama keadaannya seperti ini.” Ungkap Sudirman. (RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page