PendidikanTeknologi

Hadapi Era Dirupsi 5.0, STAI At-Taqwa Gelar Stadium General Bersama Gubernur

187
×

Hadapi Era Dirupsi 5.0, STAI At-Taqwa Gelar Stadium General Bersama Gubernur

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, RADAR-X.net – Dalam rangka memperkuat Adversity Quotient mahasiswa muslim dalam menghadapi era disrupsi 5.0, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso gelar Studium General, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di aula setempat, Senin (19/09/2022) malam.

Acara tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa, mahasiswi, dosen Stai At-Taqwa Bondowoso serta ketua yayasan At-Taqwa KH. Imam Barmawi Burhan dan tamu undangan lainnya.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dasar ruhnya dirupsi 5.0 adalah, sinergi dan kolaborasi. Namun sepertinya, kebanyakan orang berputar di digital ekosistem semata dan menjadikan sebuah kebutuhan.

“Tetapi ternyata, kebutuhan 4.0 dan 5.0 tertinggi adalah komplek problem selfing kedua adalah, sosial skill jadi, digital ekosistem menjadi bagian dari yang memang harus kita adaptasikan tapi, jangan lupa skill yang kita butuhkan adalah kompleks problem selfing,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, bahwa kemampuan pesantren, perguruan tinggi agama islam itu harus meluaskan pandangan dalam bab tersebut.

“Cuma kadang-kadang, antara satu dan yang lainnya tidak sinkron jadi, perguruan tinggi agama harus menemukan kendali potensi yang dimilikinya, itu penting,” ujar Khofifah.

Ia mengungkapkan, hari ini dunia sedang menghadapi ancaman 3 krisis, yaitu krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

“Apa yang sebetulnya bisa di kontribusikan oleh seluruh elemen perguruan tinggi, menjadi satu kesatuan harus membangun sinergitas diantara ke dua komoditas. Paling tidak di Jawa Timur ini, sosial kapitalnya sudah luar biasa,” ungkap Gubernur Khofifah.

Sementara, dijelaskan Wakil Ketua 1 Stai At-Taqwa Bondowoso, Agus Fawait, dengan hadirnya Gubernur, ke depan pihaknya bisa bersinergi bersama-sama untuk membangun pendidikan khususnya di Bondowoso.

Meskipun kunjungannya merupakan pertama kali namun, perhatian untuk lembaga pendidikan islam sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, mulai 2006 kita dipercaya oleh Pemprov Jatim untuk mengelola beasiswa dalam rangka pengembangan mutu guru Madrasah Diniyah. Tentunya, ini hal yang sangat luar biasa bisa bersinergi di dunia pendidikan dalam membangun Bondowoso dan Jawa Timur,” ujar Agus.

Agus menambahkan, motivasi yang bisa dipetik dalam menghadapi dirupsi 5.0, yakni, bagaimana membangun semangat agar kita bisa menghadapi era dirupsi dengan cerdas dan memiliki ketahanan malangan sehingga, bisa bersaing di era global.

“Dimana beliau, mengkaitkan teori-teori tersebut dengan konsep keislaman jadi, dalam menghadapi banyak masalah juga bisa diselesaikan dengan istikharah. Makanya, kami sangat sepakat, selain skill beliau juga menekankan kepada sholawatan dan yatiman,” pungkasnya.

(Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page