Aceh Tenggara, Radar-x.net – Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara (Agara) mencatat sebanyak empat wilayah Kecamatan dan sejumlah Desa di Kabupaten setempat terkena banjir luapan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Agara, Nazmi Desky melalui Sekretaris Zul Safri, saat dihubungi Radar-x.net, Jum’at (11/03/2022) mengatakan, kondisi banjir sudah surut dan sampai saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan yang diakibatkan banjir luapan yang terjadi di sejumlah wilayah pada Kamis 10 Maret 2022 kemarin.
Menurut Zul Safri, sesuai hasil pendataan sementara ada sembilan Desa dari empat wilayah Kecamatan yang terkena banjir luapan. Dan satu rumah warga di Desa Pejuang, Kecamatan Bukit Tusam, mengalami kerusakan yang cukup serius akibat tergerus derasnya arus banjir.
Zul Safri juga menjelaskan, terjadinya banjir pada Kamis 10 Maret 2022 pukul 17.53 di sejumlah wilayah Kecamatan di Agara diakibatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten, sehingga terjadinya peluapan yang di sebabkan pendangkalan pada aliran sungai mengakibatkan banjir ke pemukiman warga dan badan jalan nasional.
“Dampak banjir menyisakan lumpur, untuk sementara korban terdampak berjumlah 305 jiwa dari 81 kepala keluarga, untuk korban jiwa maupun luka belum ada, itu berdasarkan laporan sementara peristiwa banjir hingga saat ini,” tuturnya.
Kata Zul Safri, adapun lokasi yang terdampak banjir yakni Kecamatan Bukit Tusam, ada Desa Lawe Dua, Desa Kuta Gekhat, Desa Maha Singkil, Desa Pejuang dan Desa Empat Lima.
Kemudian, di Kecamatan Semadam meliputi Desa Titi Pasir dan Desa pasar puntung. Selanjutnya Kecamatan Lawe Sigala, satu Desa yang terkena banjir yakni, Desa Kayu Mbelin.
“Dan di Kecamatan Bambel ada Desa Pinding,” tutupnya. (RH)














