JEMBER, RADAR.X.net – Slamet Sutikno (63), seorang tokoh masyarakat (Tomas) desa Sumberlesung kecamatan Ledokombo merasa gelisah dan resah dengan adanya Pilkades PAW di desanya.
Pasalnya, menurut Sutikno, saat ini masyarakat desa Sumberlesung masih luka dengan kejadian Pilkades serentak tahun kemarin.
“Satu tahun yang lalu masyarakat desa Sumberlesung menggelar Pilkades serentak dan sempat rame. Masyarakat demo dan bahkan sampai berlanjut ke ranah hukum, dan sampai sekarang dampak Pilkades masih terasa,” ungkap Slamet Sutikno, di kediamannya, Jum’at (11/03/2022).
Sutikno menilai jika Pilkades PAW di Sumberlesung berpotensi menimbulkan permasalahan kalau BPD dan panitia tidak netral.
“Dari 6000 hak pilih di desa Sumberlesung hanya dipilih segelintir orang, hanya sekitar 300-an orang dari unsur elemen masyarakat,” ucapnya.
“Jika perangkat desa dan BPD tidak berhati – hati dalam memilih peserta Pilkades PAW akan berpotensi menimbulkan polemik. Pilkades reguler aja bermasalah, apalagi Pilkades PAW,” tandas Sutikno.
Sutikno juga memprediksi masyarakat Sumberlesung akan kecewa jika nanti panitia Pilkades PAW tidak netral dan salah menempatkan orang menjadi tokoh perwakilan masyarakat.
“Kita tidak tahu siapa yang menentukan seorang tokoh tersebut, dan yang terpilih nantinya hanya sebagian saja,” tuturnya.
“Saya berharap BPD dan panitia harus bersikap netral saat digelar Pilkades PAW di desa Sumberlesung. Ini untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah desa Sumberlesung,” ungkapnya.
Sutikno juga berharap jika semua netral maka akan lebih mengurangi itikat perselisihan dan sesuai harapan dan semoga semua aman aman saja.
“Kalau pimpinan desa sekarang bagus kenapa tidak dipertahankan?. Kalau pelaksanaan Pilkades serentak saya setuju, karena semua masyarakat desa Sumberlesung memilih,” pungkasnya.
(rzk/ltf)














