BONDOWOSO, RADAR-X.net – Belakangan ini Minyak goreng mahal dan langka. Itulah yang dirasakan banyak masyarakat di Indonesia.
Hal yang sama juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Namun apakah Pemerintah Kabupaten Bondowoso diam saja selama ini? Ternyata tidak.
Berdasarkan informasi dihimpun, ada gerakan strerilisasi harga minyak goreng di masyarakat. Yakni dengan Pelaksanaan Operasi pasar Minyak Goreng.
Operasi pasar minyak goreng bakal dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, pada Rabu, 23 Februari 2022 besok.
Pasalnya, Harga per liternya Rp13.500. Bertujuan untuk sterilisasi harga minyak di masyarakat.
Berikut titik-titik lokasi pasar ;
1. Area Pasar Tlogosari, Pukul 07.00 WIB sampai selesai (kuota 1.000 liter)
2. Area Pasar Pujer, Pukul 09.00 WIB sampai selesai (kuota 1.000 liter)
3. Area Pasar Tamanan, Pukul 7.00 WIB sampai selesai (kuota 1.000 liter)
4. Area Pasar Jambesari, Pukul 09.00 WIB sampai selesai (kuota 1.000 liter)
5. Area Gerbong Maut, Pukul 13.00 sampai selesai (kuota 2.000 liter)
Pengumuman ini ditandatangani oleh Kepala Diskoperindag Bondowoso, Drs. Sigit Purnomo, MM, bahwa penyaluran ini akan diatur sesuai dengan kuota dan akan melakukan verifikasi dengan tinta.
“Setiap masyarakat maksimal membeli 2 liter, dan akan diverifikasi agar merata. Untuk mengantisipasi masyarakat yang curang, misalnya beli 2 kali, maka kami menggunakan tinta seperti pemilu,” terang Sigit Purnomo, pada Rabu, 16 Februari 2021.
Perlu diketahui operasi pasar ini melibatkan Distributor Minyak Goreng PT. Mega Surya Mas Sidoarjo.
Menurutnya, hal ini tidak akan hanya satu kali saja. Sebab selama ini sudah pernah dilakukan operasi pasar.
“Yang telah direalisasikan pertama 2.000 liter. Dan berikutnya 6.000 liter. Sehingga perkara minyak, Pemkab Bondowoso tak tinggal diam.” Pungkas Sigit.
(Bud)














