SAMPANG, RADAR-X.net – Sholihin kepala desa Karang Nangger bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Omben dan beberapa tenaga kesehatan dari Puskesmas mengunjungi tempat tinggal Majumi (68).
Pasalnya, Majumi menderita penyakit tahunan yang berada di dusun Paleh Daya Desa Karang Nangger Kecamatan Omben Sampang Madura Jawa Timur. Selasa (18/05/2021)
Majumi (68) bersama suaminya Muhammad Hoddah (78) kurang lebih satu tahun tinggal di desa tersebut, yang mana sebelumnya mereka berdua tinggal bersama anaknya di Surabaya. Meskipun demikian Majumi dan suaminya sejak tinggal di Madura mendapatkan bantuan dari pemerintah desa seperti warga lainnya walau belum tercover dalam data KPM di desa Karang Nangger.
Berdasarkan pantauan tim media radar-x di lokasi, pada Selasa pagi 18 Mei 2021 sekira pukul 09:00 WIB, rombongan dari Forkopimcam Omben dan tenaga kesehatan yang dipimpin oleh Kapuskesmas Jrangoan didampingi kepala desa Karang Nangger Sholihin, mengunjungi nenek Majumi di tempat tinggalnya dengan membawa beberapa alat kebutuhan rumah tangga, sembako dan uang tunai.
Sholihin kepala desa Karang Nangger Omben Sampang saat ditemui mengatakan mengatakan, bahwa selama ini keluarga Nenek Majumi selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah desa, bahkan sejak mereka tinggal di Madurai sebelum mempunya Kartu Susunan Keluarga (KSK), mereka sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa seperti sembako dan bantuan lainnya.
“Kedatangan kami ke rumah Majumi memberikan bantuan dan memastikan kondisinya sampai saat ini seperti apa?, serta menyampaikan apa saja yang akan didapat oleh Majumi dari Pemerintah seperti JAMKESDA.” Ucap Sholihin
Menurutnya, sejak awal penderitaan Majumi sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan setempat, bahkan sampai diuruskan BPJS untuknya, dan selama ini Majumi mendapatkan pemeriksaan rutin di Puskesmas terdekat.
Masih kata Sholihin, selama ini semua masyarakat desa Karang Nangger terpantau oleh pemerintah desa baik perekonomiannya maupun kesehatannya, termasuk nenek Majumi.
Hal senada diucapkan Siti Nurul Kamariyah S.Kep.NS. kepala Pustu di desa tersebut, dan ia juga mengungkapkan, bahwa selama ini nenek Majumi mendapat perawatan dari tenaga kesehatan secara rutin.
“Setiap bulan kami kontrol pak sesuai dengan jadwalnya, bahkan kalau nenek Majumi tidak datang ke Pustu, maka kami yang datang kerumahnya untuk melakukan pemeriksaan.” Ungkap Siti Nurul Kamariyah
Sementara Muhammad Hoddah Suami Majumi mengaku pasrah dalam menghadapi cobaan dan dalam menjalani hidupnya karena itu sudah menjadi takdirnya.
“Kami pasrahkan hidup ini kepada Allah SWT, karena ini sudah menjadi takdir kami.” Ucap Hoddah.
“Karena saya memiliki keterbatasan dalam melangkah, jadi saya cuma hanya bisa mengutamakan bantuan dari pemerintah desa dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), selain kiriman dari keluarga disurabaya.” Tutup Hoddah. (MK/TIM)














