BONDOWOSO, Radar-x.net – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, H. Tohari, adakan silaturrahmi dengan pengurus partai serta Banom dan alumni Pelatian Kader Pertama (PKP) sekaligus Haul KH. Andurrahman Wahid pendiri PKB di Aula Gus Dur Desa Pakuniran Kecamatan Maesan, Minggu (31/12/2017).
Tampak Hadir Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso dan seluruh Anggota Fraksi serta para pengurus Partai.
Pada kesempatan tersebut, Tohari menyampaikan, bahwa acara silaturrahmi ini tiada lain tujuannya agar para kader Partai selalu terjalin komonikasi yang baik sehingga terbentuknya rasa saling memiliki.
Ia juga menghimbau kepada seluruh Kader Partai agar terus menanamkan rasa “Khusnuddzon” berprasangka positif dengan harapan terjalinnya kerukunan dan kedamaian hidup berbangsa bernegara.
“Karena Almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut Bapak Demokrasi, merupakan Sosok yang patut kita jadikan suri tauladan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita sebagai Kader, wajib hukumnya untuk selalu mendo’akan beliau dengan harapan mendapatkan barokah,” ungkap Jih Tohari, biasa ia disapa.
Sangat jelas sekali, tambah Tohari, Barokah Beliau kepada Negeri ini. Diantaranya Kebebasan berfikir dan berkarya serta terwujudnya kesejahteraan, kedamaian, Kerukunan bagi Rakyat Indonesia.
Sementara, dikesempatan yang sama H. Ahmad Dhafir menyampaikan, berpolitik itu Ibadah, maka setiap prilaku niatilah dengan ibadah agar kita mendapatkan pahala. Dengan harapan apa yang kita lakukan menjadi tabungan amal baik kita.
“Dan juga termasuk amal ma’ruf nahi munkar yang mana di dalam hadist dijelaskan” biyadih”, merubah dengan tangan. Artinya dengan kekuasaan, dengan harapan terciptanya kemaslahatan Ummat,” paparnya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh Kader Partai agar tetap semangat untuk menggapai kesuksesan dimasa-masa akan datang.
Menurutnya, kekuasaan itu ada batas dan waktunya.
“Dari sanalah kita harus bersinergi antara Masyarakat dengan Pemerintah agar semua apa yang diharapkan tercapai demi terciptanya masyarakat sejahtera.” Pungkasnya.
Diakhir acara, digelar makan bersama “ala santri”, yang mana hal tersebut mencerminkan kebersamaan dan kekompakan. (Abas).

















