SAMPANG, radar-x.net – Pemerintah desa Karang Nangger, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura – Jawa Timur, pasca mengikuti study banding sejak 27 s/d 30 Agustus 2020 di desa Taman Sari dan di desa Taman Suruh Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuangi, akan mencoba untuk melakukan kegiatan desanya seperti yang telah diperoleh saat mengikuti Study Banding.
Berdasarkan panelusuran media Radar-x dilapangan, desa yang berkapasitas kurang lebih 1300 penghuni itu akan dikelola dengan maksimal dengan ketertarikannya saat mengikuti study banding, namun kendalanya ada di air bersih.
Pasalnya, di desa tersebut memang kekurangan pasokan air sehingga para petani di desa tersebut hanya mengandalkan sawahnya disaat musim hujan saja dan itupun satu kali panen.
Menurut Solihin, Kepala Desa Karang Nangger Omben, mengaku kalau desanya memang kekurangan air, namun pihaknya akan berusaha untuk melakukan bagaimana cara untuk mensejahterakan warganya dibidang pertanian.
“Alhamdulillah, dengan adanya study banding kemarin, insya allah Saya siap dalam melakukan perubahan untuk kesejahteraan Warga desa Karang Nangger.” Ungkap Solihin.
Solihin juga mengatakan, bahwa salah satunya kegitatan yang paling efektif untuk mensejahterakan warganya disektor pertanian, yaitu akan membentuk sebuah beberapa waduk mini yang mampu menampung air sungai pasca hujan.
“Saya yakin dengan dibentuknya waduk tersebut, para petani khususnya petani tembakau tidak akan kekurangan pasokan air lagi untuk menyiram tembakau.” Imbuhnya.
Solihin juga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan harga tembakau dan hasil tani lainnya. (MK)














