BeritaPeristiwaTerbaru

Hati-hati Beracun, Usai Makan Ikan Ini Satu Keluarga Di Banyuwangi Tewas

200
×

Hati-hati Beracun, Usai Makan Ikan Ini Satu Keluarga Di Banyuwangi Tewas

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, radar-x.net – Usai memakan ikan Jenis Bundal Tiga orang warga Dusun Krajan II, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi meregang nyawa.

Dihimpun dari beberapa keterangan kerabat korban Ahmad Saifullah mengatakan, korban merupakan sepasang suami istri serta ada satu orang lain yaitu ibu mertuanya. Munurut Saifullah, ikan Fugu (ikan buntal) tersebut merupakan hasil dari memancing di laut. Selasa (10/3/2020).

“Informasinya sejak kemarin sudah masak ikan buntal. Kemarin makan dagingnya. Siang tadi dipanasi dan makan hati serta telurnya. Ini yang memang beracun,” jelas Saifullah kepada sejumlah awak media dirumah duka.

Suasana duka masih menyelimuti rumah korban, diketahui korban bernama Muhlis Hartono (65), Dewi Ambarwati (50), dan Siti Absyah (80), kesemuanya warga Dusun Krajan II, Desa Alas Buluh, Kecamatan Wongsorejo.

Kapolsek Wongsorejo, AKP Kusmin menjelaskan, untuk kedua korban Muhlis dan Dewi, dimakamkan di TPU Desa Alas Buluh. Sementara mertuanya Siti Absyah dimakamkan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.

“Atas kejadian tersebut dihimbau agar para warga ataupun nelayan untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan yang didapat dari laut”. Himbau Kapolsek.

Sementara di tempat berbeda Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK menjelaskan, para korban sempat dibawa berobat ke Puskesmas di Wongsorejo, tapi nyawanya tetap tak tertolong.

Satu keluarga tersebut didapati tergeletak lemas akibat muntah-muntah. Setelah itu, ketiganya dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan namun Nahas Nyawa korban tidak tertolong.

“Langkah-langkah kepolisian telah melakukan visum et repertum. Hasilnya menguatkan dugaan meninggal dunia akibat keracunan ikan”. Jelas Kapolresta.

Kombes Arman menambahkan, Petugas juga mengamankan sisa ikan bundal yang dimasak kuah santan sebagai Barang Bukti (BB) untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sekedar untuk diketahui publik kronologis kejadian tersebut bermula saat Muhlis pulang dari memancing dan membawa sejumlah ikan. Sekitar pukul 12.30 Wib. Namun belum sempat tertolong, oleh medis ketiganya sudah meninggal dunia.” Pungkasnya. (Dafid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page