BeritaPolitik

DPC dan PAC Hanura Jember Melayangkan Surat Penolakan Muscab

×

DPC dan PAC Hanura Jember Melayangkan Surat Penolakan Muscab

Sebarkan artikel ini
DPC dan PAC Hanura Jember  Melayangkan Surat Penolakan Muscab
Ketua PAC Hanura Jember, Moh. Zaenal Laili (Foto: rif)
JEMBER – Pasca adanya aksi unjuk rasa dari beberapa pengurus PAC Partai Hanura, menuntut digelarnya musyawarah anak cabang Ke II, ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Jember, berkirim surat perihal penundaan waktu Muscab.

Ketua DPC Hanura Muhammad Zaenal Laili pada Radar-X, mengatakan bahwa setelah adanya aksi desakan pelaksanaan Muscab, sehingga mengirimkan surat pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang tertanggal 20 Juli 2016 yang isinya memohon pelaksanaan Muscab menunggu situsuasi kondusif,” katanya, Kamis(21/7/2016)

“Ya itu memang ada jadwal dari DPD, tapi karena suasana tidak kondusif maka saya membuat surat untuk di undur, bukan saya tidak mau muscab malah saya sanggup, namun minta ditunda supaya nantinya muscabnya itu berjalan dengan baik, aman dan tertib serta lancar sehingga menjadi sukses.”Jelas Zaenal.
 

Dijelaskannya, “Saya belum pernah menyampaikan kapan Muscab itu mau diadakan dan mengumumkan, serta belum menyampaikan, maka akan saya undang semua pengurus DPC dan PAC, kami undang secara resmi dari DPC Hanura Jember,” tandasnya.
 
Diungkapkannya, “adanya kabar Muscab tanggal 17 Juli, itu tidak ada dan saya belum mengetahui agenda yang menyebar ke mereka, padahal dari DPC Hanura Jember masih belum di agendakan, sementara cuma nama saya saja. Sedangkan Isa Mahdi tidak mendaftarkan dirinya ke DPC, sesuai petunjuk  DPD dan DPP, seharusnya mendaftarkan terlebih dahulu di DPC.” ungkapnya.

Ditambahkannya,“Disaat  sosialisasi tentang Muscab sudah jelas,  harus mendaftar ke DPC,  tetapi kenapa Isa Mahdi mendapatkan rekom, sehingga saya pertanyakan rekom itu, karena tidak ada nama selain saya yang mendaftar di DPC, tiba-tiba turun surat rekom tunggal pada Isa Mahdi, saya anggap melanggar konstitusi partai, maka kalau muscab ini tetep dipaksakan maka saya bisa ajukan DPD secara pidana maupun perdata. Kami berharap Muscab ini sesuai AD/ART, kalo masalah menang atau kalah itu sudah hal biasa, sehingga Hanura ini baik untuk semuanya.” Tutup Zaenal. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page