BeritaPertanian

Panen Raya Kopi Hutan, Bersama ‘Presiden Republik Kopi’

×

Panen Raya Kopi Hutan, Bersama ‘Presiden Republik Kopi’

Sebarkan artikel ini
Panen Raya Kopi Hutan, Bersama 'Presiden Republik Kopi'
Presiden Republik Kopi, (Foto:Sukri) 
BONDOWOSO – Bondowoso, yang kaya akan kopi di setiap hutannya, dan terdapat bebagai macam jenis kopi yang ada di lingkup hutan Bondowoso ini menjadi sebuah fenomena yang sangat luar biasa, hingga masyarakat mendapat kebanggaan tersendiri, maka dalam hal ini, Bupati Bondowoso Amin Said Husni mendapat ‘gelar’ Presiden Republik Kopi, setelah Kabupaten Bondowoso yang dipimpinnya mendeklarasikan Bondowoso yang kaya akan kopi sebagai “Republik Kopi”.
Panen raya kopi hutan tersebut, berlangsung ditengah hutan yang ditanami kopi, tepatnya di petak 82, di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sukorejo, Kecamatan Sumber wringin, Kabupaten Bondowoso. Sabtu (13/8/2016)
Panen raya tersebut, dihadiri oleh Kepala Devisi Regional Perhutani Jawa Timur, Andi Purwadi, Kapolres Bondowoso, AKBP Afrisal, Sekda Bondowoso, Hidayat, Direktur Puslitkoka, Dr Misnawi, perwakilan Bank Indonesia, Bank Jatim pewakilan Bondowoso, dan ratusan petani kopi hutan di sekitar hutan.

Sebelum melakukan panen raya kopi 2016, digelar acara potong tumpeng bersama petani, sebagai bentuk syukur, karena pohon kopi yang sudah lama ditanam berhasil dipanen dengan sempurna.

Adi Winarno, Administratur KPH Perhutani Kabupaten Bondowoso, dalam sambutannya, mengajak para petani kopi untuk terus menjaga dan melestarikan hutan untuk kesejahteraan bersama. Petani bisa menanam segala jenis tanaman yang cocok. Misalnya kopi dan tanaman lainnya, yang tidak merusak hutan.
Menurut Adi, hutan yang kini panen raya kopi hutan 2016, adalah hutan yang masih “virgin”. Seluruh pohon yang ada masih aman dan lindung. Tak ada tangan usil yang berusaha merusak hutan. “Kayu hutannya tetap aman, walaupun sudah roboh, tidak akan dibawah kemana-mana. Tetap utuh ditempatnya. Jika macam-macam dicuri, akan langsung ditangkap polisi. Terima kasih pak Kapolres yang ikut serta mengamankan hutan,” kata Adi.
Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian, untuk langsung memproses dan menangkap jika ada praktik illegal logging. “Pak Kapolri Republik Kopi (sebutan untuk Kapolres Bondowoso), silahkan tangkap jika ditemukan pelaku illegal logging,” tegas Adi.
Lebih lanjut Adi menjelaskan, pihaknya meminta petani kopi di wilayahnya untuk terus menjadi produktivitas dan kualitas kopi.
Dengan harapan, “Produktivitas harus terus ditingkatkan. Perhutani siap jadi mentor para petani kopi. Kami juga mohon kepada pihak Puslitkoka untuk terus melakukan penelitian dan kami siap memfasilitasi di wilayah kami,” imbuhnya lebih lanjut.
Bagaimana Puslitkoka Indonesia terus mencari teknologi yang bisa meningkatkan kopi di Bondowoso di level dunia. “Untuk semua pihak, harus terus berinovasi bagaimana setiap wisatawan yang datang ke Bondowoso Republik Kopi, tidak kesulitan menemukan kopi Arabika Bondowoso. Bisa menikmati rasa kopinya dan berwisata ke kebun kopi,” ungkapnya.
Adi, juga mengajak bagaimana hulu dan hilirnya terus dikembangkan bersama. “Makanya jangan sampai pihak luar cari kopi Java Ijen Raung tidak menemukan. Kopi kelas A harus banyak ditemukan di Bondowoso Republik Kopi,” pungkasnya.(sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page