![]() ![]() |
| Foto : Bupati Aceh Utara Saat di sambut oleh Siswa Buket Hagu, (Khaini Ahmad) |
ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, yang akrap di sapa Cek Mad, meminta kepada masyarakat agar menghidupkan kembali semangat gotong. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial sebagai ciri khas masyarakat Aceh.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh Utara, beserta pemerintah gampong untuk menghidupkan kembali semangat dan budaya gotong royong sehingga budaya ini tidak akan hilang dan tetap terpelihara dalam masyarakat,” ujar Cek Mad dalam kata sambutannya pada acara peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-13 dan Hari Persatuan Gerak PKK ke-44 Aceh Utara, di Gampong (desa) Buket Hagu, Lhoksukon, Selasa (6/9/2016).
Ia juga menambahkan, peringatan hari bulan bhakti gotong royong masyarakat ini bertujuan untuk mengelorakan semangat gotong royong maupun partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Untuk lebih meriahkan acara ini, bupati mengaku menyatukan dengan peringatan hari kesatuan gerak PKK ke-44, mengingat, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memelihara rasa kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.
“Semangat gotong royong dan kepedulian social penting kita tingkatkan, karena hal itu merupakan modal utama dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah Aceh Utara terus melakukan terobosan guna mendorong perubahan dalam segala aspek, khususnya untuk meningkatkan sektor segala aspek, khususnya sektor pertanian daerah bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tambah cek mad
Cek Mad juga menjelaskan, setelah lahirnya Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, semangat gotong royong ditingkatkan lagi dengan tujuan menciptakan gampong-gampong mandiri di Aceh Utara. Untuk itu, pemerintah gampong diberi kesempatan mengurus tata pemerintahannya sendiri melalui proses demorasi yang melibatkan masyarakat.
Bupati juga menyebutkan, pemerintah pusat mendukung langkah ini melalui penyediaan dana desa yang telah berjalan sejak Tahun 2015. Khususnya Aceh Utara, dana desa senilai Rp 498.839.552.000. yang berasal dari APBN, dan alokasi dana gampong yang dikucurkan dari dana APBK senilai Rp 107.557,800.200. program desa ini semakin semarak, sebab pemerintah Aceh Utara juga menyediakan alokasi dana gampong yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan daerah.
“Dengan dukungan ini kita berharap gampong di Aceh Utara menjadi gampong mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Saya juga ingin memberi apresiasi kepada Gampong Buket Hagu yang berhasil terpilih dalam program Kota Terpadu mandiri (KTM) dari pusat, sehingga memperoleh dana APBN untuk pembangunan pasar desa.” ujar cek mad
Pada kesempatan itu, bupati juga menyerahkan alat pertanian berupa cangkul dan parang secara simbolis kepada keuchik (kepala desa) di Aceh Utara.(Khaini Ahmad)














