Bondowoso, Raih Lima Besar Pemilihan (O&P) Tingkat Nasional
Sebarkan artikel ini
Foto : Sukri,
BONDOWOSO – Sebagai juara Lomba Juru Pengairan Tingkat Nasional 2016. Ayah Dua anak ini Asli Putra Daerah kelahiran dari pelosok wilayah Kabupaten Bondowoso mampu bersaing dalam memperjuangkan nama baik Tanah Kelahirannya hingga Nasional, untuk selanjutnya mewakili Jawa Timur ke lomba yang sama tingkat nasional, kali ini penilaiannya berlangsung di Desa Pakisan, Kec. Tlogosari, Kab. Bondowoso. Kamis (20/10/2016) Pukul 14:30 WIB.
Sekda Bondowoso, Drs. Hidayat, menyampaikan selamat datang kepada Tim Penilai dan mengucapkan syukur Alhamdulillah…!!! berharap, prestasi yang luar biasa ini wajib kita syukuri karna ini menyangkut nama baik Kabupaten Bondowoso, mampu mengukir prestasi terbaik hingga tingkat nasional, ini merupakan kebanggaan kita bersama.
“Saya dengan regulasi yang dibuat oleh Bupati dalam bentuk keputusan ke Bupati sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan, artinya dalam mengelola air tidak hanya menggunakan saja, tapi ada keterlibatan masyarakat peduli terhadap lingkungan. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan irigasi sudah di ataur dalam PerBub.” Ujarnya.
Selain itu, beliau juga berpesan kepada seluruh juru agar menjalankan tugasnya dengan baik sehingga prestasi seperti ini tidak punah dan bisa dibuat contoh oleh juru-juru yang lain.
“Saya menghimbau kepada seluruh Juru agar mengajak kepada masyarakat agar ikut serta andil dalam memelihara lingkungan saluran irigasi yang sudah di bentuk Dengan program “Gema Pildaci”, yang sudah berjalan,” tegasnya.
Menurut Karna, Kadis Pengairan, prestasi yang direbut dalam Lomba Juru Pengairan bukan sekali ini saja. Setahun lalu, juga mewakili Jawa Timur atas nama “Rohamin”, dan Alhamdulillah tahun 2016 ini sukses masuk lima besar dari 26 Provinsi di indonesia.
Karna, juga memaparkan kepada dewan juri dari Pusat, bahwa di Bondowoso ini adalah mayoritas wilayah pertanian, dan karna daerah pertanian tentu saja infrasruktur yang mendukung pertanian akan diperhatikan oleh pemerintah Bondowoso, 68% masyarakat Bondowoso adalah petani. Sehinggga pemerintah Bondowoso menglokasikan untuk sektor pengairan ini luar biasa dari APBD 1,9 Triliun, sedangkan dinas pengairan mendapatkan dana 200 Milyar ini merupakan sesuatu yang luar biasa, dari 200 Milyar itu 50% lebih dapet bantuan Khusus dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Dari jumlah itu, kegiatan Oprasi dan pemeliharaan yang di alokasikan 10% dari anggaran yang diterima oleh Dinas Pengairan sebesar 21,7 milyar.” Terang Karna.
Ditambahkannya. Kondisi irigasi dan air kita sangat bagus, oleh karna itu di UPTD Tlogosari ini, ada daerah hamparan Luas 105 hektar ditanami padi organik, dari 105 hektar ada 68 sudah sertifikasi internasional, 37 hektar sertifikasi Nasional. Dari 68 hektar tersebut mecapai 1000 ton padi organik dalam 1 tahun, hasil organik tersebut akan diekspot keluar Negeri, seperti Jepang dan daerah mancanegara.
“Adanya Tanaman padi organik terluas di indonesia dan lahan organik yang 1 hamparan lahan sawah yang seperti ini hanya ada di UPTD Tlogosari, dari seluruh Kecamatan Tlogosari ini tidak pernah kekurangan air untuk mengairi sawah dalam 1 tahunnya, sehingga bisa menanam padi 3 kali panen,” tambahnya
Dikatakannya, tugas juru pengairan sesuai PP 20 Tahun 2006 tentang irigasi dan Permen PU Nomor 32 Tahun 2007, tentang pedoman operasi dan pemeliharaan irigasi, di antaranya, mengawasi pekerjaan pemeliharaan irigasi dan operasi irigasi. Kemudian, merencanakan, melaksanakan, melaporkan pekerjaan irigasi dan pemeliharaan irigasi. Selain itu, mengatur penyediaan air, pembagian air ke areal persawahan.
“Tugas-tugas tersebut sudah dilakukan juru pengairan Desa Pakisan dengan baik dan profesional,” tegas Karna.
Sedangkan, “Jumlah tenaga UP 404 orang dan 269 diantara adalah tenaga musiman atau harian alokasi honor mereka 1,9 milyar, tentu masih dibawah UMR Bondowoso, akan tetapi walaupun dibawah UMR dengan pruduktifitas tinggi mencapai tinggi 150% produksi kita ini adalah sesuatu yang Luar Biasa sehingga menjadi kebanggaan kita bersama. Bukan besarnya honor yang meraka terima tetapi semangatnya didalam rangka produksi pangan itu yang perlu,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ir. Prasidananto Nogroho, MM., dari Tim juru Pusat menyampaikan penilaian petugas UP teladan tingkat Nasional 2016, dengan diselenggrakan lomba ini ada dua tahap, tahap pertama di Banjar Masin tanggal 1-5 Agustus 2016, dan wakil dari Jawa Timur Juru Desa Pakisan.
“Saya mengajak kepada seluruh Juru dan petugas UP, agar lebih semangat dalam menjalankan amanahnya.” Katanya.
Dikatannya. “Salah satu tujuan lomba ini adalah untuk menularkan pengetauhuan, keterampilan dan saling memberi motivasi para Juru dan petugas UP untuk bekerja dan berkarya dalam mengabdi kepada Negara.” Pungkasnya.(Abas)