BeritaSosialTerbaru

Berharap Kebijakan dari Pemerintah, Mustaji Bertahan Hidup Meskipun Serba Kekurangan

×

Berharap Kebijakan dari Pemerintah, Mustaji Bertahan Hidup Meskipun Serba Kekurangan

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, radar-x.net – Meskipun dengan kondisi Kehidupannya dan keadaannya yang memprihatinkan, Mustaji (65) tahun warga Desa Rabesan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang jawa timur tetap bertahan hidup.

Bagaimana tidak, Mustaji yang sudah lama ditinggal mati oleh istrinya kini hidup sebatang kara, dan kesehatannya sangat memprihatinkan hanya bisa berbaring di atas ranjang akibat penyakit yang dideritanya selama tujuh tahun. Hidupnya sendirian di gubuk tua yang keadaannya memperihatinkan yang sewaktu-waktu keselamatannya akan terancam.

Hasil penelusuran awak media radar-x, Jum’at 24/10/2019 di lapangan. bahwa kondisi Mustaji saat ini betul-betul memprihatinkan, hanya hidup sebatang kara dan harus melawan penyakit yang dideritanya, sehingga dirinya tidak bisa melakukan aktifitas apapun, bahkan makanpun hanya mengharap penuh keihklasan dari sukarelawan warga sekitar, karena Mustaji hidupnya hanya sebatangkara di gubuk tua yang dindingnya terbuat dari ayaman bambu yang sudah rusak dan sudah tidak layak lagi untuk ditempati.

Meskipun demikian Mustaji begitu ihklas dalam menjalani dan menerima takdir hidupnya dengan sabar sekaligus sikapnya yang begitu optimis dalam menjalani hidupnya, dan untuk makanpun hampir tak pernah ia hawatirkan meski dirinya menderita penyakit yang sudah 7 tahun lebih ia rasakan.

Perkawinannya Mustaji dengan salah satu seorang perempuan asal desa Rabasan kecamatan Camplong kabupaten Sampang, hanya dikaruniani seorang anak laki-laki yang bernama Moh Rossi (23 tahun). Sedangkan Moh Rossi sekarang sudah mulai bekerja untuk mencukupi kebutuhan sang ayah walau hasilnya masih belum mencukupinya.

Menurut salah satu warga setempat Muhammad Fulan memaparkan, ”ya mas..! Mustaji sudah lama ditinggal mati istrinya dan kondisinya yang begitu memprihatinkan membuat iba warga setempat, tetapi ia tetap tegar menghadapi semua itu. Walaupun seringkali saya melihat air matanya berlinang karena meratapi nasibnya”, ujarnya.

Fulan menambahkan, ”Mustaji selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah bahkan dari bantuan raskinpun juga belum pernah mendapatkan.” Imbuhnya.

Lebih jauh Fulan menambahkan, ”Saya berharap pemerintah turun langsung dan melihat kondisi Mustaji, dan semoga pemerintah bisa membantu untuk menangani pengobatannya, bahkan membantu untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang reyot hampir roboh dan mengancam keselamatannya,” ucap Fulan penuh harap.

Hal senada dikatakan Abd. Hamid salah satu anggota Laskar Trunojoyo kabupaten Sampang, “ya betul mas..! Mustaji hidup seorang diri keterbatasannya setelah ditinggal mati istri, dan ditinggal pergi untuk mengais rejeki anak simata wayangnya. Kami berharap semoga pemerintah terketuk mata hatinya dan memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang menderita.” Harap Hamid. (MK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page