![]() ![]() |
| Pelatihan Tata Boga Di Desa Sumber Pakem Maesan (Foto : Abas) |
BONDOWOSO – Dalam rangka meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat khususnya bagi ibu-ibu serta remaja-remaja putri Desa Sumber Pakem, Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, menggelar pelatihan keterampilan Tata Boga kepada 30 ibu-ibu dan remaja putri.
Pelatihan yang diselenggarakan di pendopo Balai Desa Sumber Pakem, menggunakan alokasi anggaran Dana Desa(DD) Tahun 2016, untuk kesejahteraan Masyarakat Usaha Menengah kebawah. Selasa (29/11/2016) Pukul 08:30 WIB.
Pada kesempatan ini, Saswito Kepala Desa Sumber Pakem mengatakan, sangat bersyukur atas kebijakan pemerintah dengan adanya Dana Desa(DD) yang sangat dirasakan oleh Masyarakat dan bisa mensejahterakan Masyarakat.
Dikatakannya, hingga bisa mengadakan pelatihan tata boga ini untuk meningkatkan kapasitas, menambah keterampilan, kreativitas dan pengembangan ilmu tata boga terutama untuk usaha menambah penghasilan bagi keluarga atau menambah varian menu makanan di rumah.
“Saya berharap pelatian ini bisa membantu perekonomian Masyarakat yang punya potensi mampu mengembangkan usahanya.” Kata Sasmito.
Ia menambahkan, dengan pelatihan ini maka ibu rumah tangga diharapkan mampu mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebagai interpreneur kuliner.
“Saya berharap pelatian ini bisa berkembang agar pihak desa kalau ada acara tidak jauh-jauh memesan Kue keluar desa, cukup memesan pada pengusaha disini.” Imbuhnya.
Sementara Farida selaku pelaksana teknis kegiatan tersebut mengatakan, “setelah adanya pelatian semacam ini bisa bermanfaat bagi ibu rumah tangga dan remaja putri untuk dikembangkan dan dipraktekkan dirumah peserta masing-masing,” katanya penuh harap.
Selain itu, pelatihan ini juga menghadirkan dua tutor yaitu, Icak dan Titik, ia menjelaskan, dalam pelatihan ini pihaknya memberikan dua resep untuk sementara di masyarakat. Sehingga makanan yang akan dibuat tidak terlalu sulit dibuatnya, seperti aneka bronis, coklat pastiles.
“Pada umumnya peserta pernah membuat dan merasakan, jadi tidak terlalu sulit untuk melatih namun harus sering melakukan praktek supaya terlatih dan hasilnya sesuai yang dinginkan dan layak dipasarkan,” jelasnya.
Dalam pelatihan ini, sejumlah makanan yang selama ini sulit untuk dibuat seperti coklat pastiles, akhirnya mereka berhasil dan sukses sesuai yang diinginkan. Bahkan para peserta berharap pelatihan seperti ini bisa dilanjutkan dan digelar setiap tahun.(Abas)

















