![]() ![]() |
| Lsm Lidik di dampingi Yunus dkk dari presiden rakyat (Foto:David) |
BANYUWANGI – Arogansi perusahaan finance terhadap nasabahnya kembali terjadi di kabupaten Banyuwangi, kali ini tindak penyitaan unit secara sepihak dan terkesan sewenang-wenang dan arogan seperti rampok yang dilakukan oleh CSF (Central Sentosa Finance) yang beralamat di Jl. S. Parman Sumberejo terhadap nasabahnya yang bernama Helmi Anggraeni (28th) asal desa Genteng Wetan kecamatan Genteng, Banyuwangi.
Tragisnya aksi penyitaan itu juga dibarengi oleh aksi pemukulan oknum karyawan CSF kepada Sujiyono salah satu aktivis LSM Lidik yang berusaha mencegah tindakan penyitaan tersebut.
Kejadian ala begal jalanan yang dilakukan oleh oknum karyawan CSF itu, bermula saat Helmi, bersama suaminya datang ke kantor CSF guna membayar keterlambatan angsuran selama 2 bulan, namun bukannya uang angsurannya diterima tapi kontak motornya merk Honda Vario malah diminta oleh salah satu karyawan CSF yang bernama Hari, dengan dalih mau di cek fisik guna membuka blokir keterlambatan.
Alih-alih di cek fisik namun kunci kontak motor itu malah dibawa Hari masuk ke dalam Kantor CSF dan tidak keluar lagi, kemudian tidak lama berselang, Helmi yang masih duduk diatas motor didatangi Rio yang juga merupakan Karyawan CSF dan menyuruh Helmi untuk pergi sedangkan motor ditahan oleh Rio tidak boleh dibawa pulang.
Sempat terjadi aksi tarik menarik antara Rio yang dibantu sekuriti serta karyawan CSF lainnya dengan Helmi yang berusaha mempertahankan motornya.
Sujiyono, yang sedang berada dilokasi mengatakan, “saya berusaha melerai keributan malah disikut oleh Rio, dan dikeroyok oleh beberapa karyawan CSF sehingga mengakibatkan dada saya nyeri akibat kena sikut Rio, serta luka robek di lengan akibat ditarik dan diseret oleh karyawan CSF yang lainnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, sedangkan motor Helmi akhirnya bisa direbut dan dibawa masuk ke dalam kantor CSF. Tidak terima diperlakukan kasar baik Helmi maupun Sujiyono dengan diantar oleh beberapa aktivis LSM selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Banyuwangi, Helmi melaporkan terkait perampasan, sedangkan Sujiyono melaporkan tentang penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpanya.
“Saya sudah beritikad baik dengan datang ke kantor CSF untuk membayar angsuran tapi kenapa motor saya malah dirampas dengan paksa?.” Terang Helmi saat ditemui beberapa wartawan di mapolsek Banyuwangi.
Sedangkan Sujiyono, saat dimintai komentar terkait kejadian yang menimpanya mengatakan, sangat menyayangkan ulah perusahaan finance yang telah berlaku seenaknya terhadap konsumennya sendiri, “Saya pribadi dan juga atas nama lembaga akan mengambil sikap tegas terkait hal ini,” ujarnya.
“Saya sangat kecewa terhadap Perusahaan finance yang bertingkah arogan seperti rampok serta meresahkan masyarakat dan akan saya laporkan kepada pihak-pihak yang berwajib agar di tindak secara undang-undang yang berlaku di negara ini,” tandasnya dengan nada geram.(bersambung…)
Reporter : Dafid Firmansyah














