![]() ![]() |
| Kantor CS Finance Di Banyuwangi. (Foto:David) |
BANYUWANGI – Menghilangnya salah satu anggota Karyawan Central Sentosa Finance (CSF), seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Rio, dugaan pelaku perampasan dan Penganiayaan terhadap Helmi warga desa Genteng Kulon kecamatan Genteng yang juga konsumen CSF menuai rasa kekecewaan pada korban terhadap lemahnya kinerja polisi sektor Banyuwangi.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sujiyono yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Rio dan kawan-kawannya saat ditemui dikantornya Sabtu(10/12/2016) pagi.
Sujiyono, yang juga merupakan koordinator LSM-LIDIK kabupaten Banyuwangi itu menyebutkan, jika menghilangnya Rio selaku pelaku, itu sangat disayangkan karena seharusnya polisi bisa bertindak cepat dengan menahan Rio.
“Seharusnya ketika semua unsur pidana sudah terpenuhi polisi segera menangkap dan menahan Rio agar tidak melarikan diri, apalagi saya tidak hanya di aniaya Rio seorang, tapi juga dikeroyok dengan cara diseret-seret oleh kawan-kawan Rio lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sedangkan untuk kasus perampasan Sujiyono juga mempertanyakan langkah polisi yang sudah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Vario tapi kenapa sampai saat ini belum menangkap dan menahan Rio ??? ada apa semua ini ??.
![]() ![]() |
| Saat dikantor Polsek Banyuwangi. |
“Untuk itu, rencananya hari ini Sujiyono akan mendatangi Polsek Banyuwangi untuk menanyakan terkait hal itu dan meminta penjelasan kepada penyidik yang menangani kasusnya agar lembaga yang menugaskan dia(LSM Lidik) tidak di lecehkan, dan berharap kepada polisi sektor Banyuwangi bekerja secara profesional jangan sampai menghambat kasus yang dialaminya,” Tandasnya.
Diketahui bahwa, sejak kasus perampasan dan penganiayaan yang dilakukannya dilaporkan ke polisi oleh korban, namun keberadaan Rio sebagai pelaku saat ini menghilang dan menurut informasi Rio sudah tidak masuk kerja belakangan ini.
Menurut rekan sekantornya Bagus mengatakan, “Rio sudah tidak masuk kerja setelah dilaporkan ke polsek mas, bahkan kami sulit menghubunginya karena handphonenya jarang aktif, kami sendiri juga tidak tahu keberadaannya sekarang dimana.” katanya saat ditanyai awak media.(Dafid Firmansyah)















