![]() ![]() |
| Rumah Kost Terduga Teroris Yang Berencana Mau Meledakkan Istana Negara (Foto: W2N) |
Kejadian ini berawal tim Densu s88 anti teror mabes polri melakukan pembuntutan dari Solo menuju Jakarta terhadap kendaraan Toyota Agiya warna biru metalik dengan Nopol B-1578-GFX yang ditumpangi oleh Nur Solihin. Setibanya di Jakarta, kendaraan yang ditumpangi Nur Solihin tersebut menjemput Perempuan Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus.
Selanjutnya, Dian Yulia Novi menuju ke kantor pos sekitar daerah Bintara untuk mengirim kardus yang dibawanya untuk dikirim ke orang tuanya. Namun paket tersebut diambil dan dibuka oleh anggota densus yang isinya ditemukan barang barang berupa pakaian dan surat wasiat milik Dian Yuli Novi.
Adapun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi untuk melakukan Amaliyah. Kemudian dari kantor pos tersebut Nur Solihin, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke rumah kost-kostsan yang berada di Jl. Bintara Jaya 8 Bekasi. Di rumah kost tersebut Dian Yuli Novi turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam masuk ke kamar 104, lalu Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kost tersebut. Dan tim densus anti teror kembali melakukan pembuntutan terhadap mobil yang mereka tumpangi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tim densus 88 melakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Agus Supriyadi dan di bawah ke flyover Kalimalang selanjutnya sekitar pukul 16.20 WIB, tim densus kembali melakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi di rumah kost tersebut di Jl. Bintara Jaya 8 Rt. 09 Rw 09, Kel. Bintara Jaya, kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, dan ditemukan sebuah bom di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam.














