BeritaResensi

Makna Evaluasi Proses Pembelajaran

×

Makna Evaluasi Proses Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Makna Evaluasi Proses Pembelajaran
“Makna Evaluasi Proses Pembelajaran”
Judul : Evaluasi Proses Pembelajaran
Penulis : Nanda Pratama Atmaja
Penerbit : DIVA Press
Tebal Buku : 248 hal
Ukuran : 14 x 20 mm
Cetakan : Pertama, Agustus 2016
ISBN : 978-602-391-2018-1
Ada beberapa istilah yang hampir sama dengan evaluasi, yakni pengukuran, penilaian, dan tes. Beberapa istilah itu mempunyai banyak perbedaan dan ke-samaan. Beberapa istilah itu berbeda fokus serta ruang lingkunya. Evaluasi tentu lebih luas ruang lingkupnya di bandingkan penilaian dan pengukuran. Penilaian dan pengukuran hanya fokus pada sutau objek saja yang menjadi ruang lingkupnya. 
Pada dasarnya penilaian dan evaluasi memiliki kesamaan dan perbedaaan. Titik persamaan kedua hal tersebut adalah mempunyai arti menilai atau memberikan nilai terhadap sesuatu dan alat atau proses untuk menghimpun datanya juga sama. Dan perbedaan yang paling mencolok ada pada ruang lingkup serta pelaksanaannya.
Tujuan evaluasi tidak dilakukan untuk sekedar mengisi waktu luang atau sebatas formalitas. Namun, keberadaan evaluasi wajib dilakukan oleh setiap guru karena mempunyai tujuan yang luhur. 
Pertama, sarana mengetahui tingkat pengetahuan siswa karena setiap siswa unik dan mempunyai tingkat pengetahuan yang berbeda–beda antara satu dengan yang lain. 
Kedua, alat untuk memotivasi semangat belajar siswa. Perlu kita ketahui karena semangat belajar merupakan senjata ampuh untuk meningkatkan keberhasilan siswa. 
Ketiga, menilai ketercapaian tujuan. Setiap proses pembelajaran mempunyai tujuan, salah satunya menambah pengetahuan, menanamkan sikap baik dan mengasah keterampilan yang dimiliki siswa. 
Keempat, sebagai informasi untuk guru BK (Bimbingan Konseling) karena guru BK perlu mengetahui kondisi siswanya. 
Kelima, dasar perubahan kurikulum. 
Ini adalah standar tujuan evaluasi secara lebih luas. Kurikulum pendidikan itu bisa mengalami perubahan apabila ada inkonsistensi antara tujuan dengan realitas yang terjadi di lapangan.
Prinsip-Prinsip Evaluasi, berupa guru harus bisa bersikap adil dan objektif, komprehensif atau menyeluruh, berkelanjutan, kooperatif, praktis, dan tindak lanjut. Tidak sedikit guru yang memisahkan antara evaluasi dengan kegiatan belajar mengajar. Evaluasi seakan-akan menjadi kegiatan tersendiri yang tidak mempunyai pengaruh. Seharusnya evaluasi di adakan untuk memperoleh tujuan pembelajaran yang baik. Guru tidak mampu intropeksi diri tanpa adanya proses evaluasi. Dalam hal ini evaluasi tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar.
Panduan Melaksanakan Evaluasi
Perencanaan adalah konsep dasar setiap kegiatan, termasuk juga evaluasi pembelajaran. Evaluasi dengan perencanaan yang matang akan menghasilkan hasil yang berbeda dengan proses evaluasi yang tanpa perencanaan. Dalam melakukan perencan evaluasi pembelajaran ada beberapa hal yang patut di perhatikan secara serius oleh guru antara lain sebagai berikut.
Menentukan tujuan penilaian. Sebelum melakukan evaluasi pembelajaran, guru harus meperjelas dahulu tujuan penilaian. Tujuan penilaian menjadi fondasi utama untuk menentukan ruang lingkup materi, jenis, dan karakter penilaian. Jika penilaian tidak di terapkan dari awal, maka guru tersebut bisa mengalami kegagalan dalam proses penilaian karena tujuan penilaian berfungsi untuk menentukan langkah -langkah evaluasi.
Mengidentifikasi kompetensi. Ketika guru ingin melakukan perencanaan penilaian hasil belajar, maka kompetensi menjadi perkara yang tidak terpisahkan. Kompetensi meliputi kapasitas, pengetahuan keterampilan dan sikap menjadi aspek penting yang tidak boleh dilupakan untuk identifikasi.
Menyusun kisi-kisi soal. Kisi-kisi merupakan format pemetaan soal yang menggambarkan bahwa sistribusi item untuk beberapa macam topik atau pokok pembahasan. Kisi-kisi sangatlah penting agar penilaian representatif dengan hal yang diajarkan oleh guru di dalam kelas. Poin penting kisi-kisi soal itu dibuat atau disusun berdasarkan silabus dalam setiap mata pelajaran.
Mengembangkan draf instrument. Draf instrumen penilaian merupakan prosedur perencanaan yang sangat penting. Instrument penilaian bisa disusun dalam bentuk nontes ataupun tes. Kalau guru menggunakan instrumen penilaian melalui tes maka guru harus membuat soal.
Menguji validitas soal. Soal bisa di katakana berkualitas apabila sudah melalui tahap uji coba. Validitas soal harus di ujicoba di lapangan untuk mengukur sejauh mana kualitas soal yang telah di buat. Praktik menguji coba soal di lapangan menjadi acuan bagi guru untuk melakukan perbaikan agar kualitas soal menjadi lebih baik.
Membuat soal. Ketika guru selesai melakukan uji coba soal, melakukan revisi sesuai tingkat proporsinya, meperbaiki aspek bahasa, mengubah item soal, langkah selanjutnya adalah membuat soal sebagai sebuah instrumen yang integral. Tahap membuat soal merupakan tahap akhir dari sekian banyak perbaikan.
Proses pelaksanaan. Pelaksanaan evaluasi adalah suatu kondisi perencanaan yang dilaksanakan di lapangan. Pelaksanaan evaluasi tergantung dengan pilihan model dan tujuan evaluasi yang sebelumnya telah direncanakan. Guru atau elevator mempunyai peran untuk membuat suasana menjadi lebih nyaman, tenang, tanpa harus keluar dari rambu-rambu perencanaan konsep awal dan mampu menciptakan situasi yang kondusif dan komunikatif.
Kontrol pelaksanaan evaluasi. Tujuan utama kontrol evaluasi ini adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan evaluasi serta untuk mengkoordinasikan atau menyelaraskan antara perencanaan evaluasi dan pelaksanaan evaluasi. Hal terpenting dalam bagaian kontrol pelaksanaan evaluasi ini, guru harus mampu mengolah hasil data yang diperoleh di lapangan untuk dianalisis dan di jadikan sebagai refleksi guna melakukan pendekatan secara baik terhadap peserta didik atau sebagai bahan untuk intropeksi diri oleh guru tersebut.
Mengolah data evaluasi. Ketika data dari lapangan sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menajdi lebih mudah dan sederhana. Apabila data hasil evaluasi itu kuantitatif, maka guru harus mengolah data tersebut dengan bantuan statistik. Bentuknya statistik inferensial atau deskriptif.
Kekurangan buku ini adalah pokok pembahasan tentang evaluasi proses pembelajaran kurang lengkap dan terlalu banyak materi tentang panduan-panduan membuat soal.
Kelebihan buku ini adalah kata-kata yang digunakan mudah dipahami dan terdapat penjelasan yang disertai contoh, terdapat banyak penunjuk untuk membuat tes yang baik dan menilai. 
Kesimpulan : Evaluasi proses pembelajaran merupakan cara yang efektif untuk seorang guru supaya dapat melakukan perbaikan ,baik sistem maupun kinerja pendidikan,apabila evaluasi program pembelajaran ini mampu berjalan dengan baik maka tujuan sekolah dapat tercapai.
Saran : Pada waktu melakukan evaluasi proses pembelajaran segera melakukan tindakan yang dirasa menjadi kekurangan dari proses pembelajaran tersebut dan memperhatikan syarat-syarat dalam penyusunan evaluasi agar hasil yang diinginkan dapat tercapai.
Penulis : Ulfatul Reza 
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page