BeritaLingkunganPeristiwaTerbaru

Jembatan Bohodopi Jebol, Pemerintah Terkesan Tutup Mata Warga Dipersulit Buat Jembatan Darurat

×

Jembatan Bohodopi Jebol, Pemerintah Terkesan Tutup Mata Warga Dipersulit Buat Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Jembatan Darurat yang dibangun warga sehingga bisa dilalui pengendara.

MOROWALI, radar-x.net – Akses jalan poros menuju Bohodopi kabupaten Morowali terhambat adanya jembatan desa Dampala kecamatan Bohodopi roboh. Minggu (23/06/19)

Pasalnya, robohnya jembatan akibat luapan air sungai Dampala Bohodopi sehingga dikeluhkan warga pengendara yang hendak melintasi jalan terhambat, karena jalan yang dilalui terputus akibat jembatan Dampala jebol.

Menurut informasi, sudah kurang lebih satu Minggu akses jalan poros Bungku menuju Bohodopi tidak dapat dilalui pengendara akibat robohnya jembatan yang di terjang banjir.

Pemerintah, dalam hal ini, kabupaten Morowali, terkesan tutup mata akibat robohnya jembatan tersebut, sehingga masyarakat setempat yang berada dilokasi berinisiatif membangun jembatan darurat yang tidak dibiayai oleh pemerintah. Melainkan dana patungan masyarakat agar jembatan darurat dapat dibangun sehingga tiap kendaraan yang melintas diminta sumbangan dengan tarik yang tidak ditentukan alias ala kadarnya.

Jembatan Darurat ditutup oleh pihak polsek Bohodopi.

Tetapi jembatan darurat desa dampala yang sudah dibuat masyarakat dihentikan menjadi kisruh gejolak aparat kepolisian sektor Bohodopi (Polsek bohodopi) dengan alasan pungli (pungutan liar) padahal tarik tidak ditentukan oleh warga yang membangun jembatan hanya seiklasnya.

Warga yang membangun jembatan desa dampala berinisial LR yang ditemui media radar-x mengatakan, “wajar kalau kami meminta sumbangan kepada setiap kendaraan yang lewat dan pengendara tidak kami paksa untuk bayar,” katanya.

Selain itu, begitu pula pengendara roda empat mobil pick up berinisial S, yang melintas di jembatan darurat dampala bohodopi mengatakan, “saya memberikan sumbangan kepada warga yang membangun jembatan secara ikhlas dan sama sekali tidak keberatan malah kasihan pak masyarakat sudah susah payah mengumpulkan kayu dan mendatangkan alat berat excavator tidak ada perhatian pemerintah baik desa maupun kabupaten Morowali.

“Saya hanya berharap kepada Polsek Bohodopi dan bapak Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi SH.SIK., untuk membuka kembali jembatan darurat yang sudah dibangun oleh masyarakat. Jangan persulit masyarakat juga peduli dan prihatin, makanya membuat jembatan agar bisa dilalui,” pungkasnya S. (Muldhani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page