![]() ![]() |
| Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Le Putra) kiri saat berada sama Deputi Pencegahan BNN.RI (Irjen Pol. Drs Ali Johardi SH). (Foto:Mulya) |
JAKARTA, Radar-X.Net – Fenomena pemakaian narkoba jenis sabu dikalangan artis bukan hal yang baru, seperti kasus tertangkapnya artis-artis yang sudah beredar di media sosial, baik televisi, Online dan media-media pada umumnya.
Kenapa banyak artis tejerat narkoba jenis sabu…?
Menurut Le Putra (Waketum Gema Nusantara Anti Narkoba), kepada RADAR-X siang tadi mengatakan, Sabu tergolong obat stimulan jenis metamfetamin, orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis.
Dijelaskannya, Efek yang paling diinginkan adalah perasaan euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan). Obat ini juga menimbulkan efek meningkatnya kepercayaan diri, harga diri, dan peningkatan libido. Pemakai sabu bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikit pun dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.
“Dari berbagai penelitian menunjukan bahwa pemakaian zat ini tidak diikuti dengan efek menurunnya kesadaran akibat zat tersebut (Sedasi). Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai sabu dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi,” jelas Le Putra
Ia menambahkan, para artis kebanyakan tidak saja di Indonesia, menyukai pergaulan dan interaksi sosial yang ‘Glamour’. Glamour di sini berkonotasi kehidupan hura-hura dan eksklusif.
Terseret atau tidaknya seorang artis dalam lingkaran setan peredaran dan penggunaan narkotika sangat tergantung, sejauhmana sang artis menyikapi ketenarannya atau kejatuhannya dari puncak ketenaran. Efek yang timbul kerap sama. Tenar dan banyak uang untuk dihambur-hamburkan.
“Pemakai boleh dikatakan sebagai korban, boleh pula dikatakan sebagai orang yang bodoh dan dibodoh-bodohi. Bertolak dari sudut pandang ini tidak selayaknya masyarakat lantas menganggap mereka rendah.” Pungkas Le Putra. (Mulya Koto)














