

INDRAMAYU, radar-x.net – Pelantikan Badan Pengurus cabang Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kabupaten Indramayu di gelar. Acara tersebut mendapat Apresiasi dari pemerintah maupun kalangan swasta, terbukti pada saat pelantikan pengurus BPC HIPMI Kabupaten Indramayu tampak suasana nyaman dan di selimuti rasa kekeluargaan, yang bertempat di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Selasa (22/01/2019).
Pasalnya, HIPMI sangat berperan dalam membantu mengembangkan perekonomian yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu baik sektor pertanian maupun sektor perikanan dan kelautan.
Hal itu ditegaskan Asisten Daerah (ASDA) Kabupaten Indramayu Maman Kostaman, SH.M.M., saat memberikan sambutan pada Pelantikan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Indramayu, terhadap para pengusaha muda dan sejumlah tamu undangan yang hadir.
Menurut Maman, HIPMI yang paling utama adalah mampu berperan dalam pembangunan daerah termasuk di bidang sector riil, seperti manufaktur dan beberapa pengolahan potensi yang ada di Indramayu. ” Artinya kebangkitan ekonomi bisa tumbuh lebih cepat bahkan penyerapan tenaga kerja juga sangat penting tentu hal seperti ini diharapkan menunjang Pemerintah Daerah membantu mengatasi permasalahan pengangguran, sehingga pertumbuhan perekonomian akan lebih cepat didorong lagi kenyaman berinvestasi untuk pelaku usaha semakin nyaman dan menguntungkan,” ujarnya.
Maman menjelaskan, bahwa semenjak diresmikannya tol cipali sejumlah pengusaha rumah makan dan perusahaan lainnya di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Indramayu gulung tikar dan menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Indramayu turun, sehingga peran Pemerintah Indramayu saat ini telah mengupayakan kembali sebanyak 117.000 hektar untuk pertanian dan 25.000 hektare untuk wilayah industri.
“Dengan kenyataan seperti ini peran Pemerintah Indramayu dalam merubah kondisi tersebut jelas akan merubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga ada pola ruang selain pertanian dan kita sisakan 25.000 hektare untuk daerah insudtri dari mulai Patrol hingga Losarang,” jelasnya.


Maman berharap, Selain itu, HIPMI Indramayu diharapkan juga harus bisa menampung segala bentuk usaha-usaha yang ada di setiap desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) online karena selama ini dinamika ekonomi di pedesaan yang sebelumnya ofline menjadi online, untuk itu pertumbuhan ekonomi bukan hanya di kota melainkan di desa yang perlu di kembangkan.
“Sektor ekonomi bukan hanya di perkotaan semuanya hampir merata sampai di desa bergairah berlomba untuk menaikan pendapatan untuk menuju Indramayu Sejahtera perubahan iklim usaha juga kita harus mengikuti seperti generasi milenial perlu kita kembangkan seperti yang tadinya ofline menjadi online, artinya dinamika ekanomi harus mengikuti perkembangan yang ada,” tambah Maman.
Sementara itu, ketua BPC HIPMI Kab Indramayu Akhmad Mujani Nur SH.I, mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan diantaranya pembenahan dan menyatukan kepengurasan internal Penataan Organisasi BPC Hipmi perlu adanya konsolidasi dari terendah sampai dengan jajaran tertinggi dan memperioritaskan HIPMI PT atau Perguruan Tinggi HIPMI.
” Kita juga akan berkoordinasi kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan persoalan para pelaku usaha yang ada di kabupaten Indramayu, karena tanpa kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah akan mengalami kendala, tetapi apabila sudah terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah, saya yakin persoalan persoalan yang ada di kabupaten Indramayu akan terselesaikan dengan mudah, karena banyak sekali potensi yang ada di Indramayu yang bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Baik Home industri, atau juga pelaku usaha mikro, menengah, dan besar kita akan melakukan koordinasi dengan pemerintah,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu juga Akhmad Mujani Nur SH.I., menanggapi perihal pertumbuhan ekonomi kabupaten Indramayu pada tahun 2018 sebesar 3%.
” Saya pikir itu masih rendah, karena potensi yang ada di Indramayu sangat luar biasa, tinggal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di kabupaten Indramayu, jika MOU mentri pertanian dengan Bupati Indramayu ada komitmen yang jelas, disitu tertuang akan di bangun berbagai macam sektor, khususnya pertanian, itu akan memberikan dampak yang positif. Tapi yang sudah terjadi itu cukup dengan MOU saja,” terangnya.
” Hanya Indramayu di amanati oleh pemerintah untuk swasembada pangan tiap tahunnya, sementara itu kabupaten Indramayu pada Hakekatnya lapangan pekerjaan, jika semua lahannya digunakan untuk swasembada pangan,maka lapangan Industrinya tidak ada. Solusinya apa?
RTRWnya harus dirubah melalui DPRD dan Eksekutif, sehingga para pengusaha akan datang ke Indramayu dengan di rubahnya RTRW ini menjadi pintu masuk, pengusaha akan datang dengan membawa uang sebesar besarnya untuk membangun Indramayu, karena Indramayu memiliki potensi yang luar biasa,” tandas Akhmad.
Akhmad juga berharap kepada pemerintah Indramayu melalui Dinas Perijinan, memberikan kemudahan terhadap pengusaha yang akan membuka lapangan pekerjaan di Indramayu. ” Itu yang mendasari pertumbuhan ekonomi yang ada di kabupaten Indramayu, salah satu Indikator pertimbuhan ekonomi,” tutupnya. (Nas)













