BeritaPeristiwa

Pembangunan Lipo Plaza Mengingkari Kesepakatan Warga Setempat

×

Pembangunan Lipo Plaza Mengingkari Kesepakatan Warga Setempat

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Lipo Plaza Mengingkari Kesepakatan Warga Setempat
Situasi saat warga mengadakan pertemuan terkait Ikon Jember. (Foto:Rullah) 

JEMBER, Radar-X.Net – Pembangunan kantor Brigif yang disulap menjadi Jember ikon, yang terdiri dari rumah sakit Internasional, Siloam, Matahari, Pertokoan, Mall dan sebagainya hingga saat ini masih banyak menyimpan masalah, terutama dengan warga sekitar, bahkan puluhan warga RW 29 lingkungan Patimura Kel. Jember Kidul. Kec. Kaliwates Jember, menuntut warganya ada skala perioritas terkait pemberdayaan diproyek pembangunan tersebut. 
Puluhan warga RW 29 setempat yang dikordinir ketua RW Subronto menuntut kesepakatan awal pertemuan di Sumber Nikmat 2013 lalu, untuk dipenuhi minimal warga tersebut direkrut bekerja. 
Pasalnya, pembangunan itu tertera PT Wahana yang meminta ijin warga untuk mengurus perijinan tersebut, sesuai kesepakatan bersama. Ironisnya pada saat warga RW 29 Patimura dari 11 orang yang melamar kerja sesuai prosedur, ternyata hanya 1 orang yang di terima, akhirnya kami minta sama Lurah Jember Kidul untuk mempertemukan warga dengan PT Wahana tersebut. karena Lurah setempat sangat mudah memberi ijin meskipun dibawah belum klear. sehingga menimbulkan masalah seperti ini. 
Eni, salah satu perwakilan PT Wahana Citra Gemilang mengatakan, “kami tadi sesuai kesepakatan membuat surat lamaran kerja lagi sesuai prosedur, nanti kami laporkan pada pimpinan dikantor, hasilnya bagaimana, saya sendiri tidak tahu, karena bukan wewenang saya yang memutuskan,” ungkapnya. 
Ia menambahkan, tetap kami sarankan membuat surat lamaran lagi sesuai prosedur yang ada dan mengikuti tes tulis dan wawancara seperti lainnya, hasilnya nanti tetap pimpinan yang memutuskan.” Pungkasnya sambil berlalu pergi. 
Sementara, Camat Kaliwates, Bambang S mengatakan, harapan kami bagi warga ini apabila membuat surat lamaran lagi ya harus diterima kerja, karena sudah sesuai kesepakatan sebelumnya dan jadi prioritas utama,” kata mantan Camat Jenggawah ini. 
Ia menambahkan, “biar tidak muncul persoalan lagi, maka tuntutan warga RW 29 ini harus jadi prioritas utama bagi PT Wahana citra Gemilang pada saat pengurusan amdal pada warga RW 29 setempat, agar tak ada persoalan lagi.” Tandasnya. 
Disisi lain, Ketua RW Subronto mengatakan, “kami tetap menuntut sesuai kesepakatan di Sumber Nikmat 2013 lalu, untuk warga kami minta skala prioritas, kita ikuti membuat surat lamaran lagi sesuai prosedur, tetap kita ikuti sesuai permintaan PT Wahana Citra Gemilang tersebut, karena 
warga kami yang paling terkena imbasnya, mulai suara bising mesin, dan debu semen,” ujarnya. 
Ia menjelaskan, “masak warga saya yang melamar kerja 21 orang, ternyata hanya 1 orang saja yang diterima dan memenuhi sarat, bahkan yang lain tak jelas pengumumannya, kami tidak nyaman dengan warga.” Tandas ketua RW. 
Pantauan RADAR-X, dikantor Lurah Jember Kidul, puluhan warga mendatangi kantor tersebut, untuk meminta lurah mempertemukan management dengan warga setempat.(Rul/Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page