![]() ![]() |
| Situs Benda Cagar Budaya “Betho Labeng” Bondowoso (Foto: Abas) |
BONDOWOSO, Radar-X.Net – Kabupaten Bondowoso memang surganya situs sejarah, terutama yang berkaitan dengan situs megalitikum. Salah satu situs megalitikum yang terkenal dan tetap terjaga keberadaannya sampai sekarang yaitu situs “Betho Labheng” (Watu Lawang. Jawa-red) yang terletak di gang Tomangan, desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.
Situs megalitikum ini diberi nama Betho Labeng (batu pintu) karena bentuknya yang menyerupai pintu. Terdiri atas empat buah batu. Dua batu sebagai penyangga, dan dua lagi berada tepat diatasnya sehingga menyerupai bentuk pintu. Kedua batu yang berada di atasnya membentuk sebuah celah dan baru bercelah inilah yang bentuknya dianggap menyerupai pintu.
“Betho Labeng” tersebut memiliki tinggi sekitar 7 meter. Posisi batu ini tepat berada di ujung tebing areal kebun. Meskipun letaknya di ujung tebing, tetapi selama bertahun-tahun batu tersebut tidak pernah goyah ataupun pindah posisi.
Situs sejarah Batu Lawang dijaga oleh juru kunci yaitu Abdul Wafi. Beliau sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengurus cagar budaya situs megalitikum Betho Labeng.
![]() ![]() |
| Camat Wringin beserta jajaran saat memantau lokasi Situs “Betho Labeng” |
Menurut Abdul Wafi, berdasarkan kepercayaan masyarakat Banyuputih, konon ada dua petapa yang bertapa di batu ini, yaitu KH. Abdul Asis dan KH. Abdullah. Mereka adalah sesepuh di desa Banyuputih, yang konon setiap bertapa dijaga macan (harimau) dan hanya dua orang tersebut yang berani masuk wilyah batu lawang ini.
Wisata cagar budaya Batu Lawang tersebut tidak hanya menarik minat pengunjung lokal saja. Terbukti pada Selasa (13/5/2017), tiga wisatawan asing dari Amerika mengunjungi Batu Lawang.
“Mereka berkunjung untuk berwisata situs sejarah sekaligus mempelajari peninggalan sejarah berupa batu megalitikum”, ujar Abdul Wafi.
Saat ini Kecamatan Wringin tengah gencar menggali potensi di masing-masing desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu memperkenalkan tempat wisata yang ada di kecamatan Wringin.
Selain tempat wisata Rengganis yang ada di desa Glingseran, pihak desa Banyuputih bersama dengan aparat kecamatan Wringin akan membangun akses dan fasilitas menuju wisata cagar budaya Batu Lawang.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah dalam pembangunan wisata Batu Lawang ini. Kabarnya 2017 fasilitas dan akses wisata Batu Lawang terealisasi agar wisata Batu Lawang ini menjadi penopang ekonomi rakyat Bondowoso, terutama desa Banyuputih kecamatan Wringin. Selain itu dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara”, harap Moh. Shadiq, camat Wringin. (Abas)
















