BeritaNasionalTerbaru

Bupati Jember Launching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk

×

Bupati Jember Launching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk

Sebarkan artikel ini

JEMBER, radar-x.net – Bupati dr. Faida MMR., serius sikapi pungli. Pasalnya, pihaknya akan menyiapkan hadiah 10 kali lipat dari biaya, apabila ada yang melaporkan masih adanya Pungutan Liar(pungli) di Dinas manapun termasuk Dispendukcapil.

Selama ini masyarakat telah banyak mengeluh dalam pengurusan administrasi kependudukan, karena sangat pentingnya surat-surat tersebut, semisal KTP Elektronik, KK, surat domisili, kartu identitas anak dan sebagainya. Usai melaunching program Gerakan Indonesia sadar Adminduk.

Hal tersebut dikemukakan Bupati dr. Faida MMR., usai melaunching program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk(GISA) di Dispenduk Capil Sabtu (18/8/18).

” Dengan program Nasional “GISA” Gerakan Indonesia sadar Adminduk ini, dari pusat hingga daerah diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam pelayanan Adminduk tersebut. Saya berharap jangan sampai ada lagi yang melalui jalur hitam. Artinya, jangan sampai melalui calo atau petugas, yang penting persyaratan lengkap langsung jadi,” terang Faida.

Saat ini, tegas Faida lebih lanjut, jangan sampai ada lagi yang melakukan pungli pada masyarakat, kalau ada yang melaporkan pada saya akan saya beri hadiah 10 kali lipat dari biaya pengurusan apapun. termasuk masalah Adminduk ini.

” Program GISA ini, adalah program Nasional dalam rangka pilihan Presiden yang akan datang. Karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki KTP Elektronik, sehingga perlu secepatnya di tuntaskan yang sebelumnya hingga mencapai 19 ribuan Suket,” tegas Faida.

” Insya Allah Minggu depan ini semua Surat Keterangan (Suket) sudah tuntas, hanya tinggal 4000 Suket saja. Kami sangat mengapresiasi Dispenduk Capil yang dengan sigap melayani masyarakat sehingga pengurusan KTP, KK, KIA ,surat domisili dan lainnya cepat tuntas dan selesai,” tandasnya.

Kepala Dispenduk Capil, Sri Wahyuni mengatakan, dengan program Nasional GISA ini, diharapkan tak ada lagi keluhan bagi masyarakat. bahkan dengan program Nasional GISA ini, 5 menit pengurusan surat surat Adminduk akan selesai dan tuntas.

” Yang terpenting semua persyaratan sudah lengkap dan langsung kami layani. Jika masih belum selesai, berarti ada persyaratan yang masih harus dilengkapi lagi oleh yang bersangkutan,” terang mantan Plt Humas Pemkab ini.

Menurutnya, masyarakat sudah diberi kemudahan dalam pengurusan Adminduk tersebut. Ia berharap, seharusnya jangan sampai lagi dalam mengurus melalui jalur hitam atau pungli.

” Apabila ada yang menemukan pungli tersebut segera laporkan, termasuk apabila ada oknum dari Dispenduk Capil ini,” tegas Sri Wahyuni.

Perlu diketahui, dalam acara tersebut tampak hadir selain Bupati yang jadi saksi perkawinan massal. Habib Isa Caleg dari Nasdem, Kepala Dispenduk Capil Sri Wahyuni, seluruh forkopimda serta camat dan undangan yang jadi saksi keluarga kawin massal tersebut.

Disamping itu, Bupati selain menjadi saksi dalam pernikahan massal warga non muslim, juga melaunchingkan program Gerakan Indonesia sadar Adminduk(GISA), dengan ditandai pemotongan pita di kantor Dispenduk Capil. (Rez/Bas/Rol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page