![]() ![]() |
| Supriyanto |
BONDOWOSO,Radar- X.Net – Supriyanto kecil, yang akrab dipanggil Iyan, terpantau lahir dari Rahim seorang bernama Ibu. Kasiyu, pada 18 Juli 1976 di Kampung Haji, Kec. Tenggarang, Bondowoso.
Sejak kecil Iyan sudah terbiasa hidup serba kekurangan, hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya (Bapak Djasuli) yang pada saat itu hanya bekerja sebagai Kernet angkutan Umum.
Keterbatasan kemiskinan ini, dilalui Iyan sampai dirinya lulus dari pendidikan SMA 3 Bondowoso yang saat ini berganti nama menjadi SMA 1 Tenggarang.
Selepas menempuh pendidikan SMA, atas restu kedua Orang tua, Supriyanto bertekat mengabdikan diri pada negara, dengan mendaftar menjadi Bintara TNI AU dengan pangkat Sersan Dua (Serda) pada tahun 1996-1997. Dalam meniti karir sebagai anggota TNI, sedikit penghasilannya ia sisihkan untuk, melanjutkan studinya di Universitas Darul Ulum Jombang, dengan mengambil Fakultas Hukum.
Dari terjal, pahit, dan berlikunya perjalanan dan pengalaman hidup inilah sosok Muda yang cukup pluralis ini, makin mantap maju dalam cita-citanya yang ingin lebih mensejahterakan Masyarakat Bondowoso utamanya.
Dalam masa inilah sosok penuh tanggung Jawab Supriyanto harus berjuang membagi waktu antara tugas kemiliteran dan pendidikannya hingga sampai dirinya lulus dengan gelar Sarjana Hukum pada tahun 2013.
“Alhamdulillah mas, pada masa itu, saya belum pernah melanggar kedisiplinan waktu, baik dalam tugas negara, ataupun dalam kuliyah. Bukan karena saya istimewa, melainkan didikan tegas dari orang tualah yang menyebabkan saya terbiasa dalam kedisiplinan waktu.” terangnya.
Tepat pada 31 Juli 2013, Supriyanto resmi mengajukan pensiun dini dari kesatuan TNI AU, guna mengejar cita -cita untuk mengabdi kepada Masyarakat di tanah kelahirannya (Bondowoso), sebagai Calon Legislatif dari Fraksi Partai Gerindra.
Dalam Sosialisasi pada Masyarakat, Supriyanto mencoba mengajak Masyarakat untuk merubah pola pikir Konstituen yang selama ini sudah dianggap keluar dari norma hukum Masyarakat. Dengan ini, pola politik transaksional yang selama ini masih diterapkan banyak oknum pemerintah di tengah masyarakat, harus dapat terputus dan dirubah menjadi pelayanan yang murni berpihak pada Rakyat.
“Dulu disaat saya kecil, hidup cukup memprihatinkan dengan kondisi kemiskinan yang serba kekurangan tetapi, setelah 17 tahun meninggalkan Bondowoso, hingga kini kembali, kondisi Rakyat masih terlihat memprihatinkan.
Masih banyak rakyat mendiami rumah tidak layak huni, makan nasi aking (serba kekurangan, fasilitas kesehatan yang belum merata dan lain sebagainya. Sementara itu, prilaku elite pejabat makin tampak semakin menindas rakyat dan makin memprihatinkan.” terangnya
“Hal ini biasanya dijadikan dalih, para kepala daerah dengan alasan karena kecilnya suplai APBD. Bagi saya hal ini tentu, hanyalah dalih semata karena mereka tidak menyadari bahwa APBD hanyalah bahan Stimulan saja. Padahal jika pemimpin mau transparan dan memperdayakan Masyarakat seluas – luasnya tentu, hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.” imbuhnya
Masih Supriyanto, “Politik adalah medan perjuangan, bukan tempat mencari nafkah. Melalui politik kita membela kepentingan Rakyat, mengawal perubahan dan memberi kontribusi terbaik demi kemajuan umat dan bangsa.” begitu tekad Supriyanto tertanam dalam hatinya dan telah dibuktikan dalam aksi.
Hingga saat ini terpantau selain menjadi anggota Legislatif, Supriyanto juga memiliki usaha Perkebunan dan Pertambangan. Walau begitu, Supriyanto masih tetap memegang amanah kedua Orangtuanya yaitu, selalu rendah hati terhadap sesama terutama bagi yang lemah dan membutuhkan.
Selain itu, Supriyanto muda juga terpantau aktif dalam berbagai Organisasi salah satunya, Pengurus Osis SMAN 3 Bondowoso priode 1995-1996, Ketua Gudep Pramuka SMAN 3 Bondowoso priode 1994-1996, Wakil ketua Pecinta Alam SMAN 3 Bondowoso priode 1995-1996, dan beberapa organisasi lainya.
Pewarta: Bagus ww
Editor: Sukri















