BeritaPariwisata

Lapangan Hasanudin Kalisat Menjadi Pencatat Sejarah

×

Lapangan Hasanudin Kalisat Menjadi Pencatat Sejarah

Sebarkan artikel ini
Lapangan Hasanudin Kalisat Menjadi Pencatat Sejarah



BONDOWOSO,Radar-X.Net – Lapangan Hasanudin Desa Kalisat Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso memcatat sejarah perjalanan ajang promosi Ijen Wisata,

Kali ini pada sabtu malam (20/05/2017) lapangan tersebut kembali mencatat sejarah baru pada tahun 2017.

Malam sabtu lapangan tersebut dipadati Atlet lari dari 17 manca negara yang ikut ambil bagian di Ijen Trail Running tahun 2017. 

Lapangan Hasanauddin menjadi dengan di penuhi para atlet yang akan melakukan lomba lari bertaraf internasional tersebut, 

Sebelum mengikuti perlimbaan mereka terlebih dahulu disuguhi dengan tarian khas Bondowoso, yakni Tarian Singo Ulung yang menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso.

Di tengah keramian Pablo Diego atlet lari asal Spanyol menyampaikan bahwa ketertarikannya mengikuti Ijen Trail Running tahun 2017, yang diselenggarakan di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, 

Hal tersebut karena terdengar kabar bahwa Bondowoso dikenal dengan tempat Wisatanya yang menarik dan keramah tamahan warganya.

“I came to Bondowoso because I heard the news that Bondowoso has quite interesting tourist attractions and hospitality of Bondowoso residents, I will recommend my family and friends to come to Bondowoso, especially the tourist area of ​​Ijen District which has beautiful nature with the expanse of Mount Ijen which has Craters are well known in the world, “said Pablo Diego with English, then translated into Indonesian.

“Saya datang ke Bondowoso karena mendengar kabar bahwa Bondowoso memiliki tempat wisata yang cukup menarik dan keramahan warga Bondowoso,saya akan merekomindasikan keluarga dan teman- teman saya untuk datang ke Bondowoso terutama kawasan wisata Kecamatan Ijen  yang memiliki alam cukup indah dengan hamparan Gunung Ijen yang memiliki kawah yang cukup dikenal di dunia,” kata Pablo Diego dengan Bahasa Inggris, lalu di terjemahkan kedalam bahasa indonesia.

Sementara Denis atlet asal  Australia yang tinggal di Pulau Dewata Bali menyatakan senang mendapat suguhan Tarian Singo Ulung.

“The culture of Bondowoso is very interesting, like the Singo Ulung Dance presented at this time, I really like it, it becomes my motivation to conquer the race field later,” he added.

“Budaya Bondowoso sangat menarik, seperti suguhan Tarian Singo Ulung yang disajikan saat ini,saya sangat suka,ini menjadi motivasi saya untuk menaklukan medan lomba lari nanti,” imbuhnya. (skr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page