

BONDOWOSO, radar-x.net – Penambahan dua prodi Kampus Universitas Jember (Unej) di Kampus Bondowoso, yakni prodi Peternakan, dan Ilmu Gizi. Kini jumlah prodi menjadi delapan dari sebelumnya enam prodi yang meliputi tiga fakultas. Yakni Fakultas Pertanian dengan dua prodi, pertanian perkebunan, dan agrobisnis. Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan dengan prodi PGSD dan pendidikan matematika. Selain itu juga fakultas ekonomi dan bisnis dengan prodi ekonomi syariah dan akuntansi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Amin Said Husni, menyampaikan, bahwa dua prodi ini menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Artinya, peminat terhadap prodi tersebut cukup banyak. Selain itu, keberadaan prodi-prodi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Bondowoso. Sehingga prodi-prodi ini bisa langsung diamanfaatkan untuk pengembangan potensi-potensi di Kabupaten Bondowoso ke depan.
Salah satu contohnya, lanjut Bupati, yakni potensi agrobisnis sedang terus dipacu. Baik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, adalah merupakan potensi-potensi mendasar di Kota tape ini.
“ Kedepan akan terus dikembangkan. Salah staunya yang sekarang sudah mendunia adalah Kopi, dan sekarang dikenal dengan Bondowoso Republik Kopi,” kata Bupati.
Oleh karena itu, lanjut Bupati, jika potensi-potensi ini ditopang dengan prodi yang mendukung, maka keberadaan PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ini tidak hanya seperti Menara gading tapi betul-betul dirasakan manfaatnya.
Menurut Rektor Unej, Mohammad Hasan, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Penandatangani Berita Acara Serah Terima Barang Milik Derah dari Pemkab Bondowoso ke Kemenristekdikti, di Pendopo Bupati, bahwa untuk informasi, Universitas Jember resmi membuka cabang kampus di Bondowoso sejak Agustus 2017 lalu.
” Pada tahun pertama keberadaan Unej Kampus Bondowoso telah menerima 243 mahasiswa baru yang lolos SBMPTBR (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya). Sekitar 70 diantaranya merupakan pelajar asli Bondowoso,” terang Hasan. (Zul)














