BeritaSosialTerbaru

Bencana Banjir Banyuwangi, SRB “Action” Kirim Bantuan Sembako

×

Bencana Banjir Banyuwangi, SRB “Action” Kirim Bantuan Sembako

Sebarkan artikel ini
Situasi SRB saat dilokasi menurunkan bantuan sembako

BANYUWANGI,radar-x.net – Desa Bangurejo, kec.Singo Juruh, Kab. Banyuwangi, Jawa timur. Dilanda bencana alam berupa banjir bandang, saat media ini dan jajaran pengurus admin Suara Rakyat Bondowoso(SRB) mendatangi ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan berupa sembako dan baju layak pakai, sumbangan hasil penggalangan dana akhirnya bisa membantu Korban bencana banjir bandang.

Saat pengurus admin SRB melihat kejadian yang sesungguhnya sangat miris dipandang mata dan sangat memprihatinkan, begitu banyak rumah rumah warga yang hancur dan bahkan banyak yg hilang terbawa arus banjir.

Menurut salah satu warag Desa Bangurejo Ibu Rukmi korban banjir RT 01 RW 01 desa Bangurejo, Minggu(01/07/2018), menjelaskan bahwa kejadian banjir tersebut terjadi tiba tiba di pagi hari sekitar jam 09.00 WIB, karna dilokasi kejadian pada saat itu tidak ada hujan. Katanya.

Namun Buk Rukmi mengatakan dihulu katanya ada hujan sangat lebat sehingga mengakibatkan terjadinya sebuah gunung pendil yang longsor, Buk Rukmi Berterima kasih Kepada pemerintah Kab Banyuwangi yang tanggap dan cepat mengatasi bencana yang melanda desa Bagurejo. Ungkapnya, sedih.

Ditempat terpisah Camat Singo Juruh Lutfi Msi, di balai desa Alas Malang membenarkan bahwa kejadian banjir bandang tersebut dikarenakan di dahului ada hujan yang lebat sehingga ada gunung yang longsor dan mengakibatkan adanya banjir bandang tersebut.

Ditambahkannya, “terjadinya banjir di desa Bangorejo dikarenakan kayu besar yang dibawa arus banjir menyumbat sebuah jembatan yang kondisi jembatan masih dalam kontruksi lama dan bercagak Tiga sehingga air akhirnya menyumbat dan meluap kerumah rumah warga Sekitar.” Tambahnya.

Lebih jauh Lutfi menjelaskan bahwa kontruksi dari jembatan tersebut berjagak kaki tiga sehingga bila ada matreal kayu pasti akan nyangkut, maka jalan satu satunya untuk menghindari terjadinya banjir lagi maka jembatan itu harus dijebol dan tidak lagi mengunakan kontruksi kaki tiga. Jelasnya.

Dalam kejadian banjir bandang tersebut tidak ada korban jiwa pada waktu itu banyak warga yang sedang bekerja dan anak anakpun pada masuk sekolah.

Pantauan radar-x.net dilokasi ada 446 rumah warga keseluruhan yang terkena banjir, 28 rumah yang rusak ringan dan 10 rumah dinyatakan hilang terbawa arus Banjir. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page