BeritaHukum

Proyek Pelebaran Jalan Disinyalir ‘BODONG’

×

Proyek Pelebaran Jalan Disinyalir ‘BODONG’

Sebarkan artikel ini
Proyek Pelebaran Jalan Disinyalir 'BODONG'
Korwil KPK Nusantara Surabaya-Madura. (Foto: Munir)

SURAMADU, radar-x.net – Proyek akses BPWS munuju Universitas Trunojoyo (UNIJOYO) Bangkalan, tanpa papan nama proyek, sehingga terkesan tidak jelas “Bodong”, material proyek Nasional ini menggunakan batu lokal yang tampak kurang keras, ini akan memperpendek umur proyek, menurut informasi yang didapat proyek ini diduga di kerjakan oleh CV lain, asal Sampang.

Dikonfirmasi terpisah, Humas BPWS, Faisal, mengatakan, memang benar proyek itu sepanjang 5,5 KM , dengan lebar 4 -5 M, untuk petunjuk teknis dan spek kami belum bisa jelaskan , proyek itu anggarannya 13,2 Milyard, dan PT nya saya belum jelas,” tutur mantan wartawan Jawa pos itu.

Faisal menambahkan, jika sekiranya ada penyimpangan silahkan teman – teman LSM melaporkan kepihak yang berwenang, setelah hari raya kami akan jelaskan, siapa pemenang tendernya dan petunjuk teknisnya, untuk RAB mohon maaf tidak bisa, imbuhnya pada awak media dan LSM.

Dikonfirmasi melalui selulernya, salah satu kepala desa yang ikut dalam pelaksanaan proyrek ini, menuturkan, yang tau persis terkait proyek itu adalah pak Heru yang merupakan orang dalam BPWS, singkatnya lalu men non aktifkan sellulernya.

Kepala Kordinator Surabaya-Madura, LSM KP (Komunitas Pemantau Korupsi), H.Yusuf Santana, memaparkan,” ini kan proyek Nasional, jadi seharusnya materialnyapun harus batu cadas atau batu gunung, bukan batu tegal kayak gini, campuran semen dan pasir harus sesuai supaya lebih tahan lama dan tidak mudah terkikis air atau retak, sebelum di mulai proyek ini papan nama anggaran harus di pasang supaya masyarakat tau, ini kan bukan anggaran keluarganya pemilik PT atau CV, ini anggaran dari uang rakyat, wajar rakyat harus tau, pelaksana proyek ini sepertinya mau kucing – kucingan, jika data kami sudah jelas dan apabila nanti ditemukan unsur penyimpangan, kami akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.

Proyek yang terkesan tidak transparan tersebut mendapat sorotan dari masyarakat, HM(inisial-red) mengatakan, “saya senang ada perbaikan – perbaikan, tapi jangan asal asalan, ya harus dikerjakan dengan benar, dan apa benar penambahan lebarnya itu tidak mencaplok tanah milik warga, kalau memang masih ada milik warga yang terkena pelebaran, ya harus bagaimana lah, jangan sampai terjadi permasalahan di belakang hari,” cetus tokoh disekitar proyek. (Munir/Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page