BeritaPariwisata

Pemuda Ini Berhasil Mendaki Sampai Ke Puncak Gunung Selamet

×

Pemuda Ini Berhasil Mendaki Sampai Ke Puncak Gunung Selamet

Sebarkan artikel ini
Foto: Zulfanudin pakai jaket merah, saat dipuncak Gunung Slamet.

JAWA TENGAH, Radar-X.Net – Masih dalam suasana liburan lebaran hari Raya Idul Fitri 1448 H. Ada yang menarik dari pemuda ini, ya sebut saja namanya Zulfanudin Hasibuan, pria ini berprofesi sebagai Satpol Satpol-PP​ di DKI Jakarta, ia berhasil mendaki Gunung Slamet yang terletak di perbatasan Kabupaten Tegal, Pemalang, Brebes, Banyumas dan Purbalingga.
Gunung yang berketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, menurut sejarah, gunung tersebut selalu ada mitos dan cerita rakyat yang berkembang, salah satunya Gunung Slamet, gunung yang masuk di posisi kedua tertinggi di Indonesia setelah Gunung Semeru itu juga memiliki cerita tersendiri.
Foto-foto saat mendaki gunung tersebut beredar di dunia Maya, dan menjadi perhatian khusus bagi wartawan radar-x​.
“Berdasarkan cerita dari masyarakat Gunung Slamet pertama kali diberi nama oleh Syeh Maulana Maghribi, seorang penyebar agama Islam yang berasal dari negeri Rum-Turki. Di sana, ia merupakan seorang pangeran,” Kata Zulfanudin kepada media radar-x Rabu (12/7/2017), saat dikonfirmasi kenapa iya memilih liburan ke Gunung Slamet.
Zulfanudin juga mengatakan disaat dia mendengarkan penjelasan dari penduduk sekitar, yang menyebut Syeh Maulana dengan nama Mbah Atas Angin karena datang dari negeri yang jauh. Kemudian Syeh Maulana Maghribi memberi gelar kepada Haji Datuk dengan sebutan Rusuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia)
Ketika wartawan radar X mencoba berbincang kepada Zulfanudin Hasibuan yang juga yang berprofesi sebagai Satpol-PP, Zulfanudin mengatakan kalau dirinya baru pertama kali mendaki gunung yang cukup terkenal ini, serta mempunyai cerita tersendiri tentang asal-usul gunung Slamet tersebut.
Zulfanudin yang pergi berlibur bersama teman-temannya tersebut, mempersiapkan liburannya selama tiga hari, mulai tanggal 7 sampai dengan 9 Juli 2017.
“Ini adalah pengalaman liburan yang sangat menyenangkan bagi saya khususnya, karena kami sampai dengan selamat dan pulang dengan selamat saat mendaki Gunung Slamet ini, pasalnya ada juga yang kurang bernasib baik nggak sampai tujuannya dan bahkan dikabarkan meninggal dunia.” Ungkap Zulfanudin.
Tidak hanya sampai disitu saja Zulfanudin menambahkan bahwa ketika dirinya sampai di puncak gunung selamet, sudah terbayar semuanya, sebab capek juga saat mendaki dari pos pertama sampai pos 10.
“Capek, letih, dongkol, pusing semuanya sudah hilang semuanya dan terbayar, karena saya langsung melihat indahnya pemandangan puncak slamet karena pada saat kami sampai dipuncak gunung selamet disambut sanset yang cukup indah.” Beber Zulfanudin.
“Alhamdulillah…!, 20 orang kami yang mendaki gunung selamet sampai tujuan dan pulang dengan selamat.” Pungkas Zulfanudin.(Mulya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page