BONDOWOSO, Radar-X.Net – Untuk menjaga kerukunan antar golongan Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, melantik 24 pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bondowoso, Selasa (18/7/2017).
Hal tersebut di kukuhkan oleh Bupati Bondowoso, yang berlangsung di pendopo Bupati Bondowoso.
“Mereka merupakan perwakilan dari berbagai agama, suku dan etnis yang ada di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.” Terang Bupati
Pengukuhan ini merupakan amanat Permendagri nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemabauran Kebangsaan di Daerah.
Dalam kesempatan tersebut Amin berpesan kepada FPK agar senantiasa berusaha dan berikhtiar untuk menciptakan harmoni di tengah-tengah masyarakat.
“Setidaknya, selama saya memimpin Bondowoso, tidak pernah melihat konflik horizontal atau konflik sosial yang bersifat Suku, Agama Ras dan Antar golongan (SARA) atau gangguan kamtibmas lain yang muncul atau dipicu oleh isu-isu SARA tadi,” tutur Amin.
Hal Ini semua tidak lepas dari komitmen dan tekad semua pihak untuk terus menjaga harmoni sosial, menjaga hubungan dan kerukunan antar golongan di kabupaten Bondowoso.
“Perbedaan ini sebetulnya merupakan hukum alam. Sunnatullah dalam agama Islam,” ungkapnya.
Keberagaman yang diciptakan Tuhan, sambung Amin, baik itu agama, suku bangsa, etnis, bahasa, ras, warna kulit dan lain-lain itu merupakan kenyataan dan tidak boleh dijadikan faktor untuk dipertentangkan antara satu dengan yang lain.
“Ini merupakan realitas sosial pemberian Tuhan. Justru dengan perbedaan ini kita didorong untuk saling berlomba berbuat kebajikan. Untuk Fastabiqul Khoirot,” imbuhnya.
Amin berharap agar masyarakat tidak boleh lengah dengan isu-isu SARA yang bisa terjadi setiap saat yang satu diantaranya dipicu media sosial semacam facebook, twitter, instagram dan lain-lain.
“Medsos itu ibarat pedang bermata dua. Disatu sisi bisa bermanfaat sebagai media silaturrahim dan memudahkan aktifitas kita. Disisi lain. medsos bisa digunakan oknum untuk mengadu domba,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua FPK Kabupaten Bondowoso, Sonic Pranoto, bertekad untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Saya menangkap pesan bupati tadi bahwa ketimpangan sosial bisa terjadi dimana saja. Termasuk di pelosok desa. Untuk kami bertekad untuk turun ke lapangan menangkal radikalisme yang bisa saja disebabkan kesenjangan sosial tadi,” tukasnya (skr)