Tugas Akhir, Desa Napo Daya Menjadi Pilihan Tempat (P2M) Oleh Mahasiswi IDIA

0
33

SAMPANG, RADAR-X.net – Dalam melaksanakan tugas akhir dari kampus, kelompok IV Putri, menggelar Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) di desa Napo Daya kecamatan Omben Sampang.

Giat tersebut diikuti oleh 12 peserta (P2M) dari kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Parenduan Sumenep, selama satu bulan terhitung sejak 6 November sampai dengan 6 Desember 2021.

Pantauan media ini di lokasi, peserta P2M melakukan banyak kegiatan, seperti mengajar bahasa Inggris dan Arab di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Napo Daya.

Mengajar ngaji bagi anak-anak di rumah kepala desa (Kades), sosialisasi stunting, membantu bidan setempat, dan mengajar cara mengoperasikan komputer, hingga sosialisasi kebersihan melalui bank sampah.

Sheila Rosmalinda, ketua kelompok IV Putri Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Parenduan Sumenep saat ditemui di tempat tugasnya mengatakan, bahwa dalam melaksanakan tugasnya banyak kenangan dan pengalaman, karena selain memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa, juga mendapatkan teman dan keluarga baru. Senin (15/11/2021)

“Alhamdulillah, dalam melaksanakan tugas, kami bersama teman-teman di kelompok IV Putri sangat senang dan nyaman.” Ucap Shiela.

Baca Juga:  Sofiatuz Zahro, Siswi MI Mikrojul Ulum Jember Pemenang lomba Pildacil Dengan Tema "Berbakti kepada Orang Tua"

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada keluarga kepala desa (Kades) Napo Daya, beliau bersama istrinya menganggap kami seperti keluarga sendiri, bahkan segala kebutuhan dari tugas kami semuanya dipenuhi, termasuk keamanan dari kelompok IV Putri selama melaksanakan tugas.” Imbuh Sheila

Didampingi sekretarisnya Duriatul Afifah, Sheila mengungkapkan, bahwa selama menjalankan tugas, dirinya bersama teman-temannya tidak menemukan kesulitan dari segi apapun karena sudah difasilitasi oleh Pemdes Napo Daya, bahkan adat dan karakter orang Madura tidak seperti cerita belaka, yang konon katanya orang Madura keras-keras.

“Tidak seperti cerita yang kami dengar, ternyata orang Madura ramah-ramah dan sopan santun.” Cetus Gadis asal Palembang ini.

Sementara, Holid Mawardi, S.A.P. kepala desa Napo Daya Omben Sampang mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada semua pihak, karena desa Napo Daya terpilih menjadi tempat Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) oleh kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Parenduan Sumenep.

“Jelas mas…! saya mewakili perangkat dan pemerintah desa (Pemdes) Napo Daya sangat Wellcome dan terima kasih kepada pihak kampus, karena kegiatan ini akan menunjang terhadap perkembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat kami.” Ucap Holid.

Baca Juga:  Letkol Aprianko: Pembinaan Mental Dilingkungan TNI Merupakan Kebutuhan Wajib

(MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.