Akselerasi Pembangunan Saluran Di Cisanggarung Tanpa Pengawasan, Kontraktor Diduga Asal-Asalan

0
103

INDRAMAYU, RADAR-X.net – Dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat, nampak terlihat di lokasi Pembangunan saluran irigasi Team Aktivis Lsm KPK Nusantara Anti Rasuah Indramayu dengan seragam lengkap yang kerap melakukan investigasi melakukan monitoring pengawasan pembangunan infrastruktur Anggaran APBN/APBD.

Pembangunan Saluran Irigasi objek vital dalam pencegahan banjir yang akan turun musim hujan diperkirakan tidak akan lama lagi yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat dalam aktivitasnya.

Rudi Aktivis yang akrab di panggil warga sekitar Kandanghaur pada awak media radar-x mengatakan, bahwa Anggaran yang tentunnya tidak sedikit menghabiskan anggaran belanja Negara dalam pembngunan saluran irigasi terlihat memprihatinkan. Sepertinya pihak Pelaksana dalam pekerjaan tersebut terlihat asal-asalan.

“Harusnya papan proyek anggaran sifatnya wajib sebagai bentuk transparansi yang tertuang dalam RAB kontrak,” jawab Purwoto

Dalam kajiannya, team aktivis anti rasuah LSM KPK Nusantara, bahwa pekerjaan ini jelas disinyalir sangat luar biasa kerugian Negara. Penyimpangan dari juknis saja dalam aturan Undang-Undang 12 tahun 2017 tentang pengadaan barang dan jasa sudah menyalahi fakta integritas sebelum penantangan SPK atau Kontrak.

Baca Juga:  Ketua LP KPK Kolut, Pertanyakan Papan Proyek Pembangunan Pagar SMP 1 Wawo

“Dari hasil temuan kami yang sangat berdampak kerugian negara, team akan melakukan pelaporan Resmi ke pihak kejaksaan tinggi Bandung,” tandas Rudi

Salah satu pekerja sebut saja Gondrong saat ditemui oleh aktifis, sepertinya ada indikasi terhadap dugaan pelanggaran pada pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi di Cisanggarung tersebut.

“Terdapat beberapa masalah yang menjadi perhatiannya, yaitu dugaan penyimpangan dari mulai proses penggalian Pondasi dan Pemasangan Batu Belah,” tandas Rudi

“Karena penyedia jasa diduga Leadfirm tidak memiliki pengalaman (eksperience) dan Pelaksana dibidang bangunan saluran irigasi apalagi tidak nampaknya pegawasan extra dari team direksi dinas Balai Cimanuk Cisanggarung sangat disayangkan,” tambah Purwoto.

Dalam ketentuannya bahwa untuk Renja material batu untuk pasangan lining nampak terlihat pemasangan Bouplang yang menggantung ke tanah dengan pasangan batu disenderkan ke tanah nampak ada indikasi dugaan pengurangan spek dalam RAB senderan yang tercantum dalam gambar kerja (Dokumen gambar Detail Engineering Desig).

“Hasil monitoring Team kami akan dilaporkan keseluruhannya pada sekretariat DPC LSM KPK Nusantara Indramayu, agar di tindaklanjuti pelaporannya ke pihak balai BBWS Cimanuk Cisanggarung Cirebon,” tukas Rudi. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.