Lsm KPK Nusantara Laporkan Dokter Gadungan Ke Polres Pamekasan

0
Sekjen Lsm KPK Nusantara DPC Pamekasan, saat di Polres Pamekasan. (Foto/Hol)

Pamekasan, radar-x.net – Jadi korban malapraktik, Hamat (58) Warga asal desa Lebeng Barat kecamatan Pasongsongan, laporkan Oknum yang mengaku dirinya tenaga Medis ke Polres Pamekasan, Selasa (09/02/2021).

Hamat (58) tidak bisa bergerak bebas setelah kondisi kesehatanya tergangu akibat malapraktik yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku dirinya tenaga medis tanpa punya latar ke ahlian kesehatan.

Korban (Hamat) harus menyelesaikan persoalan tersebut setelah sebelumya jalan mediasi tidak diterima oleh Abdul Samin yang tiada lain adalah “dokter gadungan”
yang dicurigai.

Persoalan tersebut dilaporkan ke Polres Pamekasan pada Selasa (09/02) yang dibantu oleh Lsm KPK Nusantara, Surat Laporan diterima SPKT dengan tanda tujuan kepada Kapolres Pamekasan, cq Kasatreskrim Polres, Nb Unit Tipider.

Samin sendiri merupakan Warga asal desa Waru Barat, kecamatan Waru kabupaten Pamekasan, Korban (Hamat) bertemu dengan Samin sekitar pertegahan Desember 2020 lalu.

Pasalnya, semula hubungan Samin dan Hamat berjalan harmonis, namun di tengah jalan Hamat merasa dirugikan dengan tindakan Samin karena kesehatan yang di deritanya semakin mencekik akibat gejala obat suntik.

Baca Juga:  Aksi Bela Islam 212, Rombongan Santri Ciamis Sudah Sampai Cimahi

Ironisnya, bagian pantat Hamat terinfeksi gejala abses. Hal tersebut diketahuai setelah Hamat melakukan pemeriksaan kesehetan Ke Puskesmas Pasongsongan.

“Sebenarnya kami ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, cuma dia (Samin,red) teguh pendirian. Artinya merasa tidak masalah dengan Praktik kesehatanya,” ucap Fatholla Sekjen DPC lsm KPK Nusantara Saat memberikan keterangan.

Pihak keluarga Korban memancing masalah biaya yang dihabiskan saat obname di puskemas, namun belum melontarkan nominal, Samin sudah menolak dan beralih pemerasan. Samin mengaku Luka di Pantat korban bukan karena abses melainkam karena pengeroposan tulang.

“Luka itu bukan karena Abses tapi akibat gejala tulang keropos yang diderita pasien,” ucap Samin.

Lebih lanjut Samin mengatakan, bahwa dirinya menjalakan praktik tersebut sejak tahun 90-an hingga saat ini belum pernah mengakibatkan pasienya abses.

“Sejak tahun 90-an tidak pernah ada pasien saya abses, bahkan saya sering menolong pasien korban abses,” ungkap Samin.

Sementara, keluarga korban sempat diancam agar tidak melanjutkan persoalan tersebut ke ranah Hukum, namun disisi lain Abdul Samin juga tidak mau mengakui kalau korban menderita luka di pantatnya akibat suntikan obat yang dilakukan dirinya. (Hol)

Baca Juga:  Diduga Hina Wakil Presiden dan Tuduh Warga Aceh PKI, 92 Akun Facebook Diadukan Ke Polda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.