Kepala Desa Sutejo Kembalikan Tanah Kering TKD Menjadi Tanah Produktif

0

JEMBER, RADAR-X.net – Jawaban kepala desa terkait Tanah Kas Desa (TKD) desa Curah Malang kecamatan Rambipuji kabupaten Jember, yang berada di belakang kantor desanya digali dengan cara manual (Cangkul) oleh enam orang warganya.

Sutejo kepala desa Curahmalang menjawab, karena memang awalnya lahan tersebut bisa ditanami padi. Pada waktu itu saluran air dari Utara sangat lancar dan bisa mengairi lahan sawah TKD, namun setelah beberapa lama, tanah lahan tersebut ditanami tebu oleh penyewa sehingga tidak bisa diairi lagi.

“Lahan ini tidak bisa diairi lagi. Setelah lahan sawah yang notabene (tkd) kami setelah ditanami tebu posisi tanah tersebut jadi bertambah tinggi, kalau kata orang kamoung itu menjadi tanah tegalan/tanah kering,” terang Sutejo pada radar-x, Senin (22-02-2021) di rumah dinas kepala desa.

“Oleh karna itu, saya berfikir bagaimana caranya agar tanah ini jadi sawah lagi supaya bisa kami tanami padi kembali. Tetapi mau bagaimana kalau tanahnya tidak dikurangi tidak bisa diairi, karena setelah ditanami tebu tanah tersebut memang menjadi tinggi. Maka dari itulah kami musyawarahkan dengan ketua BPD, Sekertaris BPD, juga kita libatkan pendamping desa dan perangkat desa yang kita tuangkan dalam berita acara “Musyawarah Desa Pengelolaan Tanah Kas Desa 2021″ yang kita laksanakan pada Selasa 16 Pebruari 2021 pukul 10.00 WIB, di Balai desa Curah Malang,” jelas Sutejo.

Baca Juga:  Sukseskan Sail Sabang, Kodim 0112 Siapkan Gampong Pelangi

Sutejo menambahkan bahwa, Materi rapat yang dilaksanakan pada 16 Pebruari 2021 tersebut adalah, 1. Peruntukan Penggalian TKD di belakang kantor desa seluas kurang lebih 0.8 ha, 2. Kedalaman Penggalian. 3. Jangka waktu penggalian, 4. Teknis penggaliam, 5. Bagi hasilnya ke desa, 6. Pengawasan, 7. Konsekwensi.” Ucap Sutejo.

Lokasi Tanak Kas Desa (TKD) desa Curah Malang.

Sedangkan yang berikut, lanjut Sutejo. Adalah b. Pimpinan Musyawarah dan Narasumber dalam rapat adalah Pimpinan Musyawarah : AHMAD JAUHARUL MAKNUN dari Ketua BPD.
Sekertaris Musyawarah :ENY MASFUFAH dari Sekertaris BPD.
Narasumber : 1.M.BADRUL UMAM dari PLD. 2. NUR PATAH dari Sekdes, dan setelah dilakukan pembahasan terhadap materi.

Selanjutnya seluruh peserta musyawarah desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi kesepakatan ahir dari musyawarah desa dalam rangka pengelolaan/penggalian Tanah Kas Desa Yaitu; 1. Hasil pengelolaan/penggalian TKD masuk ke rekening kas desa, 2. Hasil dari kegiatan tersebut akan menjadikan tanah sawah yang lebih produktif, 3. Alat yang digunakan pada penggalian tersebut secara manual tidak menggunakan mesin, 4. Apabila ada kerusakan pada tanah yang dikelola kepala desa selaku pemerintah desa wajib memperbaiki tanah kas desa tersebut, 5. Batas dari penggalian dari tembok/pagar kantor desa empat meter, 6. Apabila terjadi persoalan yang tidak diinginkan maka kegiatan penggalian dihentikan, 7. Kedalaman penggalian satu meter, 8. BPD dan Kepala desa sebagai pengawas dari kegiatan tersebut, 9. Jika pelaksanaan tidak sesuai dengan kesepakatan hasil musyawarah maka BPD tidak ikut bertanggung jawab.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Menuding Proyek Pelebaran Jalan Diduga Syarat Penyimpangan

“Hal itu semua kami lakukan dengan tujuan agar supaya legalitas kegiatan yang kita laksanakan ini jelas manfaat positifnya dan tidak melanggar prosedur yang ada.” Ungkap Sutejo. (Ltf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.