Kasus Pemukulan Terhadap JF Kini Berbalik Melaporkan Pelapor, Kuasa Hukum Angkat Bicara

4

SUMENEP, radar-x.net – Kejadian pemukulan hingga pengeroyolan di Pondok Pesantten Al Amin Parenduen pada 14 Januari 2021 lalu, kali ini terlapor berbalik melaporkan pelapor, bahwa telah memukul terlapor.

Hal tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun awak media pada Rabu 17 Februari 2021, di Polres Sumenep. Sehingga mendapat tanggapan serius dari Subhan Adi Handoko, SH.,MH., selaku kuasa hukum pelapor JF.

“Saya mendengar bahwa klien saya juga dilaporkan oleh pihak terlapor yaitu SL, saya nyatakan secara hukum sah-sah saja, karena itu hak warga negara untuk mendapatkan pelayanan hukum dari penegak Hukum. Tetapi, ada yang patut saya pertanyakan kalau memang dia (SL) merasa di aniaya juga oleh klien saya, kenapa baru saat ini dia melaporkan, sudah hampir satu bulan pasca dari kejadian.” Tandas Subhan, akrab sapaannya.

Subhan Adi Handoko, selaku kuasa hukum korban.

“Kita akan bertanding bukti-bukti nantinya, yang jelas Polres Sumenep khususnya yang menangani perkara ini harus betul-betul konsekwen dan bertindak adil dalam menyikapi persoalan kayak ini. Bisa jadi ini akan menjadi yurisprudensi kepada persoalan yang lainnya. Orang yang dianiaya yang seharusnya menjadi korban, eh malah pelaku juga melaporkan mengaku juga di aniaya sehingga muncullah saling lapor.” Jelas Subhan.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Di PONPES AL-AMIN Datangi Kepolisian

“Dengan demikian, saya berharap pihak kepolisian segera melakukan tindakan. Agar supaya tidak menjadi contoh untuk masyarakat dan mudah menganiaya orang lain, apabila saling lapor ditindak lanjuti, padahal jelas-jelas yang semula menjadi “TERLAPOR” melaporkan juga pasca kejadian sudah kurang lebih 30 hari. Persoalan ini akan menjadi sorotan publik apabila laporan terlapor harus ditindak lanjuti,” tegas Subhan.

“Selanjutnya, saya yakin pihak penyidik lebih paham dengan kasus kayak gini, entah laporan itu direkayasa atau betul-betul terjadi. Yang jelas, pihak kami (Pelapor) tetap pada komintmen semula yaitu mendesak kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas kepada Terlapor(SL).” tutup Advokat yang sekaligus sebagai ketua umum LSM-KPK (Komunitas Pemantau Korupsi). (Tim)

4 KOMENTAR

  1. Menurut aku, ini kembali lgi ke akar masalah awal. Gak mungkin ada asap kalau gak ada apinya. Yah walaupun kita gak tau siapa yg benar atau salah. Tetap aja yg namanya perkelahian gak bisa dibenerin apalagi masalah bully. Tpi jaman now ini banyak loh yg tampak bersalah ternyata gak. Atau yg sebaliknya cmiiw hihiii..just my opinion ya. Kita doain aja semoga masalah ini cepat kelar dan penegak hukum tidak keliru dalam menangani kasus seperti ini. Salam damaii

  2. Bukan hanya di televisi di dunia nyata pun akan terjadi korban bulying akan meninggal karna dia tidak mampu untuk melawan itu. Tapi pada kasus ini si tukang bully kalah karena di lawan oleh yang di bully jadi melapor seakan akan dia yang di bully atau di aniaya hehe lucu ya kehidupan

  3. Bukan hanya di televisi di dunia nyata pun akan terjadi korban bulying akan meninggal karna dia tidak mampu untuk melawan itu. Tapi pada kasus ini si tukang bully kalah karena di lawan oleh yang di bully jadi melapor seakan akan dia yang di bully atau di aniaya hehe lucu ya kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.