Wabup Agara Survey Lanjutan Jalan Tembus Muara Situlan-Gelombang

0

Aceh Tenggara, radar-x.net – Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari bersama Sekdakab Muhammad Ridwan, SE.MSi, memimpin survey rencana peningkatan panjang ruas jalan tembus Muara Situlan, Aceh Tenggara – Gelombang, Kota Subulussalam, Selasa (12/01/2021).

Pada Survey yang dilakukan di Kecamatan Leuser bersama Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, turut dihadiri Asisten III Sekdakab Drs. Sudirman, pihak Bappeda, Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perindagnaker dan bagian pembangunan Setdakab Agara.

Wakil Bupati, Bukhari usai memimpin survey mengatakan, selain sebagai tindak lanjut atas kesekapatan yang telah disetujui antara Pemkab Aceh Tenggara dengan pihak Pemko Subulussalam beberapa pekan lalu, kehadiran tim di kecamatan paling selatan Agara tersebut untuk melihat langsung lokasi yang tepat untuk pembangunan jembatan yang memisahkan kecamatan Leuser dengan kecamatan Babul Rahmah.

“Bisa jadi lokasi jembatan melewati sungai Alas tersebut, di daerah lompatan kedih, namun bagaimana nanti keputusan akhirnya, kita lihat saja hasil kesimpulan tim survey yang telah turun ke lapangan, ditambah dengan jalur yang tepat untuk menambah panjang pembangunan ruas jalan Muara Situlan-Gelombang,” terang Bukhari.

Baca Juga:  MWC NU Omben: Selamat Memperingati & Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Bukhari menjelaskan, kendati hampir setiap tahun Pemerintah mengalokasikan biaya pemeliharaan dan pembangunan jalan tembus Muara Situlan – Gelombang, namun panjang ruas jalan kelas Provinsi tersebut, belum juga bertambah, karena itu untuk kemajuan ruas jalan penghubung wilayah Aceh bagian tenggara dan selatan itu, diupayakan untuk terus bertambah dari tahun sebelumnya.

“Di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, ruas jalan Muara Situlen sampai batas Kota Subulussalam sepanjang 51,79 Km, Dengan kondisi 17 Km diantaranya sudah diaspal, sepanjang 25 Km pengerasan dan sisanya 9,79 yang belum dibuka/tembus. Sedangkan yang berada di wilayah Pemko Subulussalam dengan ruas gelombang dengan batas Aceh Tenggara sepanjang 28,49 Km,” jelas Bukhari.

Senada dengan Wabup, Sekdakab Aceh Tenggara, Mhd. Ridwan menambahkan, terealisasinya jalan tembus itu, nantinya jelas akan mempersingkat waktu dan jarak tempuh dari Aceh Tenggara menuju Kota Subulussalam, jika biasanya melalui Kutacane-Kuta Buluh-Sidikalang-Subulussalam, diperlukan waktu tempuh 6 jam, akan semakin singkat menjadi tiga jam, bahkan manfaatnya juga sangat besar, terutama di sektor ekonomi kemasyarakatan.

Baca Juga:  Zagreb Kota Indah dan Kaya Peninggalan Sejarah, Museum, dan Bangunan Kuno
Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari bersama Tim Survey Melakukan penijauan pada jalan tembus Muara Situlan, Aceh Tenggara – Gelombang, Kota Subulussalam di Kecamatan Leuser.(Foto/Rik)

Terkait ruas jalan Provinsi yang bakal melewati kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, pihak Pemkab Aceh Tenggara dan Pemko Subulussalam, telah berkomitmen tetap akan menjaga kelestarian Kawasan TNGL, terlebih lagi selama ini keberadaan Kawasan TNGL telah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Aceh Tenggara dari sektor pariwisata.

Sekedar gambaran, kecamatan Leuser memiliki 23 desa dan merupakan sentra pertanian dan perkebunan, penghasil komoditi jangung, kemiri dan kakao, namun mirisnya, di Kecamatan Leuser, dari Muara Situlan ke Bunbun Indah yang jaraknya hanya sekitar 38,5 Km saja, memakan waktu tempuh selama tiga jam dengan kendaraan bermotor.

Kendati berhasil sampai ke berapa desa seperti Bunbun Indah, Bunbun Alas, Permata Musara, Serakut dan beberapa kute lainnya, namun rombongan Wakil Bupati dan Sekdakab serta tim survey, sempat terjebak longsor dan jalan amblas di beberapa titik, mulai dari kawasan Bukit Bintang Indah (Kampung Gayo) dan Permata Musara.

“Bahkan karena jalan longsor dan tertimbun tanah, batu dan sirtu dari kawasan pebukitan yang terdapat di 15 titik, rombongan Wakil Bupati, Bukhari dan Sekdakab, terpaksa bermalam di Kute Permata Musara, setelah sebelumnya sempat mengenderai sepeda motor menembus longsor yang menutupi badan jalan tembus Muara Situlan-Gelombang.” Jelas Sekdakab Aceh Tenggara, Mhd. Ridwan. (Riko)

Baca Juga:  Sengketa Kebijakan, AKD Audensi Dengan Bupati Jember

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.