Proses Hukum Berjalan, Penasehat Hukum Meminta Terduga Pelaku Pengeroyokan Tidak Keluar Pondok

0
Pertemuan antara Penasehat Hukum (PH), Keluarga Korban dan Perwakilan Ponpes Al-Amin. (Foto/Ist)

Sumenep, radar-x.netSeusai mendatangi Polsek Parenduan, Sumenep, Penasehat Hukum (PH) dari M. Jefri Adi Laksono (16) mendatangi Pondok Al-Amin Sumenep.

Hal ini, untuk memastikan terduga pelaku Pengeroyokan/Penganiayaan tetap berada di Pondok Pesantren(Ponpes) sebelum proses hukum mempunyai kekuatan hukum yang ‘incrah’.

Penasehat Hukum tersebut, Subhan Adi Handoko, S.H.,M.H., yang didampingi oleh pihak keluarga korban saat ditemui oleh tiga orang pentolan Ponpes Al-Amin yang namanya meminta untuk dirahasiakan kepada media pada Rabu(29/01/2021), Pukul 11.10 WIB, salah satu Pentolan Al-Amin membenarkan adanya pemukulan(Penganiayaan) terhadap korban Jefri(Panggilan-red).

“Yang jelas kedatangan kami ke Ponpes Al-Amin adalah bentuk dari etikad baik dari kami selaku orang tua dari santri yang mengalami kekerasan di Ponpes tersebut, yang mana kami tidak menyalahkan Ponpes hanya sedikit saja lalai dalam melakukan pengawasan terhadap santri sehingga sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan oleh orang tua wali murid.” Tandas Penasehat Hukum.

“Kami sudah cukup puas bisa bertemu dengan beliau-beliau, karena kami bisa mengantongi nama-nama saksi-saksi, nama-nama terduga pelaku, yang jelas santri dan pengurus pondok yang mengetahui perihal tersebut keterangan dari perwakilan Ponpes sudah dalam proses sangsi, menyangkut sangsinya masih dimusyawarahkan oleh Pondok Pesantren.” Ungkap Penasehat Hukum.

Baca Juga:  "Disayangkan" Orang Kecil Disuruh Jaga Jarak, Kenapa Pemangku Kebijakan Sah-sah Saja

Dalam pertemuan itu, tiga orang pentolan Al-Amin tersebut juga menyayangkan dan sempat meminta maaf kepada keluarga atas kejadian yang menimpa Santriwan yang bernama Jefri. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.