Penghapusan Bantuan Sosial BPNT, Dinsos Sampang Dikecam Tim GPN

0

Sampang, radar-x.net – Ketua Generasi Peduli Negeri (GPN) Rolis Sanjaya menyayangkan adanya penghapusan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Pihak Dinas Sosial kabupaten Sampang.

Pasalnya, penghapusan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut, hingga menyematkan duka bagi masyarakat yang tidak mampu dan para janda yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

“Banyak sekali para warga miskin dan para janda penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang meresa dihapus secara sepihak oleh pihak dinsos. Contoh, seperti di desa Banyumas kecamatan Sampang, disana puluhan warga miskin dan para janda yang mengeluh ke kami di POS JONGGOL, yang merupakan markas TIM GPN yang ada di jalan Imam Bonjol Sampang.” Tutur Rolis ketua GPN kepada media radar-x, Rabu (20/01/2021).

Salah satunya adalah warga yang berinisial KT menjelaskan, bahwa bantuan miliknya telah dihapus.

“Saya ini punya salah apa, kok dihapus bantuan saya oleh pemerintah. Tau sendiri suami saya hampir 4 tahun berbaring sakit lumpuh malah bantuan beras BPNT saya dihapus. Sedangkan uang bantuan corona “BLT-DD” saya tidak dapat, malah yang dapat kebanyakan orang-orangnya klebun semua.” Jelas Rolis meniru ucapan si pengadu.

Baca Juga:  GENPPARI Lakukan Evaluasi Kesiapan Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus

Menanggapi hal tersebut, Rolis Sanjaya salah satu aktifis yang selama ini sangat aktif dalam tindakan kemanusiaan menjelaskan bahwa Tim GPN akan membantu mencarikan solusi untuk permasalahan ini dan akan meminta Dinsos Sampang untuk mengaktifkan kembali para warga yang layak menerima bantuan ini. Ia juga berpesan kepada kepala desa Banyumas serta kepada para perangkatnya, juga pihak Dinsos kabupaten Sampang selaku pelaksana.

“Kami dari Tim GPN memohon supaya segera diaktifkan kembali bantuan warga yang membutuhkan, jangan lagi dihapus dengan bermacam alasan, dan menilai mereka sudah mampu atau sudah tidak layak untuk dibantu, dan apakah pihak Dinas Sosial tidak punya hati nurani sehingga melakukan penghapusan bantuan bantuan bagi orang-orang miskin dan para janda itu. Nanti data-datanya akan saya kirim ke kantor Dinas Soaial, dan silahkan cek sendiri ke lokasi.” Pinta Rolis

Beberapa kartu BPNT warga yang dihapus terkit BPNT. (Foto/MK)

Rolis menegaskan kepada pelaksana program bantuan pemerintah yang di desa atau di pihak dinsos Sampang untuk melakukan evaluasi ulang pendataan yang telah dilakukan.

Baca Juga:  Musrenbang Desa Kertonegoro Dalam Rangka Perubahan RPJM Desa Periode 2016 - 2021

Dikatakannya, bahwa dalam pernyataannya ini Rolis komandan tim GPN Sampang juga menyampaikan, bahwa BPNT bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat, harus tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi. Sehingga ketahanan pangan di tingkat KPM dapat meningkat dan sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

“Dengan peralihan program dari RASTRA ke BPNT di maksudkan untuk memberikan nutrisi yang lebih seimbang, yang dulunya cuma beras sekarang ada tambahan Telur dengan menggunakan kartu yang dibelanjakan melalui E-Warung,” pungkas Rolis.

Hingga berita ini diturun, masih belum ada kejelasan dari Dinas Sosial kabupaten Sampang terkait penghapusan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.