Pengelolaan Pasar Hewan Sampang Dipertanyakan Berbagai Kalangan

0
64

Sampang, radar-x.net – Pasar merupakan salah satu pendapatan yang cukup besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu bisa didapat dari berbagai sektor, diantaranya pengelolaan pasar, rumah sakit, parkir dan aset milik pemerintah daerah lainnya.

Namun apa dikata, jika pasar dikelola dengan manejemen yang tidak jelas juga tidak profesional, maka retribusi dari pasar itu untuk pemerintah daerah dalam memulihkan perekonomian dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti apa yang diharapkan tidak akan pernah tercapai.

Seperti halnya, pasar hewan milik pemerintah yang berada di desa Aeng Sareh kecamatan/kabupaten Sampang Madura, terpantau dan terkesan amburadul dalam cara pengelolaannya juga tidak profesional.

Sayang seribu sayang, karena pengelolaan dan manejemen di pasar hewan kurang profesional dan terkesan amburadul. Hal tersebut diungkapkan Mairi kepala desa Aeng Sareh saat dimintai keterangan terkait banjir di depan pasar hewan tersebut. Minggu, 03/01/2021.

Tidak hanya itu, kata Mair. Tempat parkirnya pun tidak jelas, sehingga pengunjung pasar memarkir kendaraannya sembarangan.

Baca Juga:  Pekerja CV Rendi Bersaudara di Polisikan, Terkait Dugaan Kuat Penyerangan Terhadap Wartawan

Menurut H. Moh. Tohir ketua LSM JCW kabupaten Sampang, saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pasar hewan Sampang tergolong besar. Pasalnya, banyak pedagang sapi dari luar yang berjualan dan membeli hewan dagangannya di pasar itu.

“Kami dari lembaga, keras mempertanyakan bagaimana sistem pengelolaan di pasar hewan Sampang ini, dan sejauh mana retribusi dari pasar hewan dan parkirnya untuk meningkatkan PAD kabupaten Sampang.” Tutur Aba Tohir sapaan akrab aktifis senior dengan nada kesal.

“Saya yakin, kalau semua sektor tatanannya bagus, insya Allah kabupaten Sampang akan menjadi barometer kebupaten lainnya di Madura,” tandas Aba Tohir.

Hal senada diutarakan Syamsul Arifin Sekretaris KPK Nusantara, pihaknya menyayangkan sistem yang seperti ini.
“Saya tau sendiri mas…! Di pasar hewan Sampang, setiap hewan yang dibawa masuk ke pasar pasti dikenakan biaya dengan nominal kurang lebih Rp15 ribu. Sehingga ada masukan untuk Pendapatan Daerah kabupaten Sampang. Namun, untuk pasar hewan Sampang banyak pihak yang menyayangkan, karena pasar hewan tersebut tidak ada pagarnya sehingga para pedagang hewan masuk lewat samping tanpa bayar, padahal anggaran untuk pagarnya pasar itu ada.” Ungkap Arif.

Baca Juga:  Divisi Hukum "LSM-KPK" Bidik Pungli "PRONA" Desa Mangaran

“Tidak hanya pasarnya saja yang kami pertanyakan, kami juga mempertanyakan sistem pengelolaan lahan parkir yang selama ini parkir sembarangan. Maka Kami berharap besar pada pengelola pasar, yaitu perlu diadakan pembenahan baik pasar maupun parkirnya demi ketentraman dan keamanan kendaraan para pengunjung pasar hewan, selain itu meningkatkan PAD kabupaten Sampang.” Harap Arif.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan yang jelas dari pihak pengelola pasar hewan Sampang. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.